Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
Olympic
24 jam yang lalu
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
2
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
Olympic
23 jam yang lalu
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
3
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
14 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
4
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
Metropolitan
12 jam yang lalu
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
5
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
Kemenpora
7 jam yang lalu
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
6
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
Sepakbola
23 jam yang lalu
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
Home  /  Berita  /  Riau

Dadu dan Gelper Marak di Bagansiapiapi, Kasatpol PP: Semua Pihak Harus Merespon Persoalan Ini

Dadu dan Gelper Marak di Bagansiapiapi, Kasatpol PP: Semua Pihak Harus Merespon Persoalan Ini
Jum'at, 27 Juli 2018 22:25 WIB
Penulis: Amrial
BAGANSIAPIAPI - Masyarakat Kota Bagansiapiapi, Kabupaten Rokan Hilir merasa resah dengan maraknya arena perjudian seperti dadu guncang dan gelanggang permainan (Gelper). Arena ini ada yang dilakukan secara terang-terangan di jantung kota Bagansiapiapi dan ada yang dilakukan secara sembunyi-sembunyi. 

Menyikapi persoalan maraknya judi ini, kepala kantor Satpol Pamong Praja dan Perlindungan Masyarakat (Satpol PP-Linmas) Kabupaten Rokan Hilir, Suryadi, SE mengatakan, pihaknya akan menindak tegas praktek perjudian dengan modus gelanggang permainan ini. Tambahan lagi, gelper yang beroperasi itu tidak mengantongi izin.

"Senin kemarin kita sudah menjumpai Bapak Bupati terkait maraknya judi di Bagansiapiapi. Untuk itu kita masih menunggu masukan beliau," kata Suryadi, Jumat (27/7/2018).

Menurut Suryadi, beberapa waktu lalu ada beberapa ibu-ibu memberitahukan suami dan anaknya tidak pulang kerumah. Setelah ditelusuri oleh pihak keluarga, ternyata mereka sedang berada dilokasi perjudian.

Mantan Camat Tanah Putih Sedinginan ini menjelaskan, untuk meminimalisir praktek perjudian seperti dadu guncang serta "Gelper" ini dibutuhkan pengawasan dari kepolisian dan pemerintah. Karena selain meresahkan masyarakat, disinyalir praktek yang mereka lakukan sudah masuk ke ranah hukum.

Sebagai langkah awal, pihaknya bakal menyurati pelaku usaha dan akan diberikan pemahaman secara baik. Memang katanya agak berat untuk menuntaskan praktek perjudian tersebut mengingat setelah dilakukan penertiban, ujung ujungnya akan dibuka kembali.

"Penting kedepan ada langkah bersama kepada semua pihak untuk merespon hal tersebut. Kita tidak mau menimbulkan akibat buruk karena bisa saja masyarakat demo," ujarya.

"Sejauh yang kami ketahui mereka itu mengantongi izin dari pariwisata saja, tapi kan terindikasi itu bukan permainan anak-anak lagi. Itu sebenarnya menjadi masalah baru karena indikasi judi," pungkasnya. ***

Kategori:PON, Riau
wwwwww