Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
Hukum
11 jam yang lalu
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
2
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
Ekonomi
10 jam yang lalu
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
3
BMKG Prediksi Cuaca Jabodetabek Cerah Berawan Hari Ini
Metropolitan
17 jam yang lalu
BMKG Prediksi Cuaca Jabodetabek Cerah Berawan Hari Ini
4
Jet Pribadi Jatuh di Palm Beach, Kecelakaan Maut Tewaskan Sembilan Penumpang
Internasional
10 jam yang lalu
Jet Pribadi Jatuh di Palm Beach, Kecelakaan Maut Tewaskan Sembilan Penumpang
5
Kapolri Jenderal Suyudi Ancam Pidana Anggota Polri dan BNN yang Isap Vape Narkotika
Umum
9 jam yang lalu
Kapolri Jenderal Suyudi Ancam Pidana Anggota Polri dan BNN yang Isap Vape Narkotika
6
Aturan Baru Mabes Polri Berlaku, Personel Resmi Dilarang Isap Vape
Nasional
14 jam yang lalu
Aturan Baru Mabes Polri Berlaku, Personel Resmi Dilarang Isap Vape
Home  /  Berita  /  Riau

Waduh.., Ternyata Makin Banyak Pegawai Pelalawan Cerai, Penyebab Umumnya Selingkuh

Waduh.., Ternyata Makin Banyak Pegawai Pelalawan Cerai, Penyebab Umumnya Selingkuh
Ilustrasi
Selasa, 31 Juli 2018 00:58 WIB
Penulis: Farikhin
PANGKALANKERINCI - Tingkat perceraian Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kabupaten Pelalawan semakin meningkat setiap tahunnya. Tercatat, tenaga pendidik mendominasi kasus perceraian ASN di Pelalawan.

Kepala Bidang Pembinaan Pegawai, BPP2D Pelalawan, Jasman, Senin (30/7/2018) mengatakan, kasus perceraian abdi negera tersebut dipicu oleh berbagai penyebab.

"Kasus perceraian ini dengan berbagai alasan, salah satunya perselingkuhan dan beberapa alasan lainnya. Namun rata-rata pemicunya perselingkuhan," ungkapnya.

Berdasar aturan, kata Jasman, proses perceraian ASN sangatlah panjang dan rumit. Pegawai yang akan bercerai terlebih dahulu harus mendapatkan izin dari bupati bagi yang menggugat dan surat keterangan dari bupati bagi yang tergugat.

"Sebelum bupati memberikan izin, ada sejumlah proses dan tahapan yang harus dilalui oleh ASN. Baik yang melakukan gugat cerai maupun gugat talak," ujarnya.

Lanjutnya, proses itu mulai dari paling bawah, yakni atasan langsung untuk mendapatkan nasihat. Jika masih bersikeras, proses tersebut akan dilanjutkan kepada kepala dinas.

"Kemudian, kepala dinas akan memberikan nasihat dan berupaya untuk mendamaikan kedua belah pihak," papar Jasman.

Namun bila nasihat kepala dinas belum bisa mendamaikan, persoalan tersebut dibawa ke inspektorat dan BKP2D. "Pegawai yang bersangkutan akan dipanggil dan diberi nasihat lagi," tandasnya.

Jika ASN yang ingin cerai tidak bisa didamaikan, jelas Jasman, maka BKP2D akan membuat telaah untuk diteruskan kepada bupati.

"Jadi, proses-proses ini harus dilakukan untuk mempertahankan keutuhan rumah tangga ASN yang bersangkutan," pungkasnya kepada GoRiau.com. ***

Kategori:Voli, Riau, PON
wwwwww