Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Dinov dan Michelle Pimpin Parade Tim Indonesia di Pembukaan Dakar 2026
Olympic
22 jam yang lalu
Dinov dan Michelle Pimpin Parade Tim Indonesia di Pembukaan Dakar 2026
2
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa 'Geruduk' Imigrasi Jakbar
Umum
22 jam yang lalu
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa Geruduk Imigrasi Jakbar
3
Zlatko Runje Sukses Dampingi Persib Kalahkan Kalteng FC
Sepakbola
22 jam yang lalu
Zlatko Runje Sukses Dampingi Persib Kalahkan Kalteng FC
4
Gagal Curi Poin di Bandung, Mundari Karya: Kami Dihukum
Sepakbola
22 jam yang lalu
Gagal Curi Poin di Bandung, Mundari Karya: Kami Dihukum
5
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
Sepakbola
23 jam yang lalu
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
6
Lewat Single "Cinta Baru", Briana Sukses Buka Perhelatan Jakarta Rocktober 2026
Hiburan
23 jam yang lalu
Lewat Single Cinta Baru, Briana Sukses Buka Perhelatan Jakarta Rocktober 2026
Home  /  Berita  /  Riau

Banyak Jembatan Penghubung Desa di Pelalawan Rusak, Dewan Sarankan Hal Ini

Banyak Jembatan Penghubung Desa di Pelalawan Rusak, Dewan Sarankan Hal Ini
Jembatan penghubung desa di Kecamatan Langgam.
Kamis, 09 Agustus 2018 14:54 WIB
Penulis: Farikhin
PANGKALANKERINCI - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) menyoroti kondisi infrastruktur jembatan yang ada di Kabupaten Pelalawan. Masih banyaknya jembatan penghubung desa rusak dan harus segera dibangun oleh Pemerintah Daerah (Pemda).

Anggota DPRD Pelalawan, Eka Putra, Kamis (9/8/2018) mengatakan, banyak kondisi jembatan penghubung desa rusak dan kondisinya memprihatinkan. Rata-rata jembatan penghubung berkonstruksi kayu.

Untuk itu, ia meminta kepada Pemda untuk dilakukan renovasi. "Masih ada beberapa jembatan penghubung desa yang harus diperbaiki," ungkapnya, kepada GoRiau.

Jembatan penghubung desa yang perlu dibangun, kata Eka Putra, seperti jembatan penghubung Desa Kuala Tolam dan Desa Rangsang di Kecamatan Pelalawan, juga di Desa Genduang, Kecamatan Kerumutan.

"Dinas PU-PR harus bisa merancang jembatan yang sederhana. Jadi, dinas harus bisa membuat konstruksi jembatan sederhana dan tidak memakan biaya yang cukup besar," katanya.

Menurut Ketua Komisi I ini, konstruksi jembatan penghubung berbeda dengan konstruksi jembatan lintas. "Kalau konstruksi sederhana, bisa dibagun banyak, karena masih banyak desa yang butuh jembatan penghubung," ujarnya.

Politisi Golkar ini mengingatkan, pemerintah diminta segera turun tangan terkait infrastruktur sebagai urat nadi perekonomian desa. "Ini jalan poros masyarakat, ketika masyarakat tak bisa lewat maka  pemerintah harus segera turun tangan," pungkas Eka Putra. ***

wwwwww