Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jokowi Hadir di Sidang PN Jaktim, Bawa Ijazah Asli UGM Patahkan Tudingan Roy Suryo
Hukum
16 jam yang lalu
Jokowi Hadir di Sidang PN Jaktim, Bawa Ijazah Asli UGM Patahkan Tudingan Roy Suryo
2
Naskah UU Ketenagakerjaan Tak Jelas, Serikat Pekerja Peringatkan Ancaman Perselisihan Hubungan Industrial
Umum
14 jam yang lalu
Naskah UU Ketenagakerjaan Tak Jelas, Serikat Pekerja Peringatkan Ancaman Perselisihan Hubungan Industrial
3
BPS Umumkan Angka Pengangguran Terbaru, Sektor Pertanian dan Perdagangan Jadi Penyelamat Tenaga Kerja Nasional
Umum
14 jam yang lalu
BPS Umumkan Angka Pengangguran Terbaru, Sektor Pertanian dan Perdagangan Jadi Penyelamat Tenaga Kerja Nasional
4
Iwan Bule Dukung Kapolri Suyudi Usut Tuntas Kasus Penyadapan Presiden Prabowo
Hukum
18 jam yang lalu
Iwan Bule Dukung Kapolri Suyudi Usut Tuntas Kasus Penyadapan Presiden Prabowo
5
Ketua Umum KONI Pusat Minta PB ABTI Satukan Indonesia Melalui Bola Tangan
KONI
10 jam yang lalu
Ketua Umum KONI Pusat Minta PB ABTI Satukan Indonesia Melalui Bola Tangan
6
NOC Indonesia Jadikan YOG Dakar 2026 Panggung Diplomasi Peluang Tuan Rumah Kualifikasi Olimpiade LA 2028
KOI
11 jam yang lalu
NOC Indonesia Jadikan YOG Dakar 2026 Panggung Diplomasi Peluang Tuan Rumah Kualifikasi Olimpiade LA 2028
Home  /  Berita  /  Badminton

Kasus Kerusuhan Tambang Emas Pasaman, Polisi Tahan 5 Tersangka

Kasus Kerusuhan Tambang Emas Pasaman, Polisi Tahan 5 Tersangka
Peristiwa kerusuhan di basecamp tambang emas di Nagari Simpang Tonang, di Kecamatan Duokoto, Kabupaten Pasaman, Rabu (23/5). (foto: IST/harianhaluan.com)
Selasa, 14 Agustus 2018 19:11 WIB
PASAMAN - Penyidik Polres Pasaman menetapkan lima orang tersangka dalam kasus kerusuhan penolakan tambang emas PT Inexco Jaya Makmur (PT IJM) di Nagari Simpang Tonang, Kecamatan Dua Koto, Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat, pada 23 Mei 2018.

Polisi menduga kelima tersangka menghasut dan melakukan kekerasan secara bersama-sama yang terjadi di Nagari Simpang Tonang, sehingga terjadi kerusuhan dan pembakaran mobil dan basecamp perusahaan.

"Kita sudah menetapkan tersangka dan melakukan penahanan di Mapolres Pasaman sejak kemarin," kata Kapolres Pasaman, AKBP Hasanuddin, Selasa (14/8/2018) seperti dilansir Kumparan.com.

Kasat Reskrim Polres Pasaman, AKP Lazuardi, menambahkan lima orang yang telah ditetapkan tersangka dan ditahan itu berinisial LW (29), LI (47), Wl (26), YY (27), dan LN (45). Saat ini, pihaknya sedang melakukan pengembangan kasus tersebut dan melakukan pemeriksaan serta meminta keterangan saksi.

Lima tersangka diancam dengan pasal 160 jo, pasal 170 jo, dan pasal 406 KUHP dengan dugaan menghasut dan melakukan kekerasan secara bersama-sama terhadap barang. Tersangka ditahan untuk 20 hari ke depan dan bisa diperpanjang.

"Kasus ini kita pisah-pisah. Ada dugaan penghasutan kekerasan terhadap barang dan ada pula nanti kasus dugaan pembakaran," sebutnya.

Sebelumnya, kericuhan tersebut terjadi di Nagari Simpang Tonang, Kecamatan Dua Koto, Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat sejak malam hingga dini hari. Ratusan massa yang menolak tambang biji emas menyerang dan ingin membakar basecamp perusahaan PT Inexco Jaya Makmur (PT IJM).

Massa makin beringas dan melempar pihak kepolisian dengan menggunakan bom molotov pada Rabu 23 Mei 2018 dini hari. Akibat kejadian tersebut, setidaknya dua unit mobil pribadi polisi dibakar dan dirusak. ***

Editor:Arie RF
Sumber:kumparan.com
Kategori:Sumatera Barat, Beladiri, Olympic, Badminton
wwwwww