Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
Olympic
18 jam yang lalu
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
2
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
Olympic
17 jam yang lalu
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
3
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
8 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
4
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
Sepakbola
17 jam yang lalu
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
5
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
Sepakbola
17 jam yang lalu
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
6
Dijamu PSS, Bhayangkara FC Berharap Bisa Curi Gol Lebih Dulu
Sepakbola
17 jam yang lalu
Dijamu PSS, Bhayangkara FC Berharap Bisa Curi Gol Lebih Dulu
Home  /  Berita  /  Riau

Dugaan Mafia Kendalikan Proyek Miliaran di BLPBJ Pelalawan, Ini Jawaban Budi

Dugaan Mafia Kendalikan Proyek Miliaran di BLPBJ Pelalawan, Ini Jawaban Budi
Selasa, 21 Agustus 2018 14:41 WIB
Penulis: Farikhin
PANGKALANKERINCI - Dugaan adanya mafia proyek yang mengusai Bagian Layanan Pengadaan Barang dan Jasa (BLPBJ) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pelalawan semakin santer. Meski telah menutup rapat dari publik, akan tetapi kongkalikong antara perusahaan, Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), Pokja dan BLPBJ tetap saja mencuat.

Dari informasi wabsite lpse.pelalawankab.go.id tidak sedikit paket proyek yang sudah dilelangkan hingga bulan Agustus 2018. Namun tetap saja ada aroma kongkalingkong yang menjadi buah bibir bagi rekanan lokal.

Ada dugaan tender proyek di BLPBJ Pelalawan dimonopoli oleh kelompok tertentu, sehingga tender hanya sebagai lips servis saja. Disebut-sebut anak pejabat ikut bermain.

Dua proyek yang dikabarkan dibawah kendali mafia proyek yakni, proyek pembangunan Instalasi Rawat Inap (Irna) RSUD Selasih Pangkalan Kerinci senilai Rp 10.367.767.489 dengan pemenang tender PT Satria Lestari Muliti.

Proyek rehabilitasi gedung DPRD Kabupaten Pelalawan senilai Rp 3.282.839.705.04 yang dimenangkan oleh PT Kemuning Yona Pratama.

Menjawab hal ini, Kepala BLPBJ Pelalawan, Budi Rahmatsyah, Selasa (21/8/2018) menegaskan, pihaknya berjalan sesuai dengan aturan yang berlaku.

"Kalau dikatakan ada yang mengatur kita, tidak. Pemenang tender perusahaan yang memenuhi syarat dan kualifikasi," ujarnya, dikonfirmasi GoRiau.

Diakuinya, banyak rekanan yang mengatas namakan anak pejabat tertentu. Namun, BLPBJ tetap menjalankan sesuai dengan aturan yang berlaku.Sd1"Memang banyak orang mengatas namakan nama dia (anak pejabat, red). Sepanjang ini kita bekerja sesuai dengan aturan dan hasilnya pun kita laporkan ke bupati," papar Budi. ***

Kategori:Voli, Riau, PON
wwwwww