Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
Hukum
14 jam yang lalu
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
2
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
Umum
11 jam yang lalu
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
3
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
Hukum
11 jam yang lalu
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
4
Ketua Umum PB KAMI Dukung Langkah Tegas Kapolri Bersihkan Institusi
Hukum
16 jam yang lalu
Ketua Umum PB KAMI Dukung Langkah Tegas Kapolri Bersihkan Institusi
5
Lawan Melbourne Victory, Persib Incar Tiga Poin Demi Tiket 16 Besar ACL 2
Sepakbola
24 jam yang lalu
Lawan Melbourne Victory, Persib Incar Tiga Poin Demi Tiket 16 Besar ACL 2
6
Marc Klok Terlecut Balas Pengorbanan Suporter Persib Yang Borong Tiket ACL 2
Sepakbola
24 jam yang lalu
Marc Klok Terlecut Balas Pengorbanan Suporter Persib Yang Borong Tiket ACL 2
Home  /  Berita  /  Riau

Belum Sejahtera, Nilai Tukar Nelayan Tangkap Turun 1,20 Persen

Belum Sejahtera, Nilai Tukar Nelayan Tangkap Turun 1,20 Persen
Kamis, 23 Agustus 2018 14:56 WIB
Penulis: Ratna Sari Dewi
PEKANBARU - Nasib nelayan di Provinsi Riau belum sejahtera. Hal tersebut tercermin pada NTNP pada Juli 2018, yang mengalami penurunan sebesar 1,20 persen dibandingkan dengan bulan sebelumnya.

Hal ini terjadi karena indeks harga yang diterima petani (It) mengalami penurunan sebesar 0,54 persen, sementara indeks harga yang dibayar petani (Ib) mengalami kenaikan sebesar 0,66 persen.

Turunnya It disebabkan oleh turunnya indeks harga di sebagian besar ikan pada kelompok penangkapan perairan umum sebesar 1,31 persen dan pada kelompok penangkapan laut sebesar 0,30 persen.

"Penurunan ini terjadi karena menurunnya harga kerang, lais, bawal," ujar Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau, Aden Gultom di Pekanbaru, Kamis (23/8/2018). 

Sementara itu, kenaikan Ib disebabkan oleh naiknya indeks konsumsi rumah tangga sebesar 0,86 persen, khususnya telur ayam ras, daging ayam ras, rokok kretek filter, dan rokok kretek. 

"Sedangkan naiknya indeks BPPBM sebesar 0,21 persen dibandingkan bulan sebelumnya, khususnya es batu, oli atau pelumas, jaring angkat," ujarnya. ***

Kategori:Ekonomi, Riau
wwwwww