Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
Hukum
23 jam yang lalu
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
2
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
Hukum
19 jam yang lalu
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
3
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
Umum
19 jam yang lalu
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
4
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
Olympic
15 jam yang lalu
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
5
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
Metropolitan
15 jam yang lalu
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
6
PP FTI Prihatin dan Kecewa Triathlon Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
SEA Games
14 jam yang lalu
PP FTI Prihatin dan Kecewa Triathlon Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
Home  /  Berita  /  Riau

Dampak Perang Dagang China dan AS Berbuah Positifnya Bagi CPO Indonesia

Dampak Perang Dagang China dan AS Berbuah Positifnya Bagi CPO Indonesia
Kamis, 23 Agustus 2018 11:53 WIB
Penulis: Ratna Sari Dewi
PEKANBARU - Sejumlah sentimen positif menghangatkan harga minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) pekan ini. Harga terdorong oleh adanya potensi permintaan CPO akan terus meningkat menjelang akhir tahun.

"Terutama jika kebijakan penggunaan Biodiesel 20 persen atau B20 benar diterapkan di Indonesia," kata Kepala Seksi Pengolahan dan Pemasaran Perkebunan, Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Riau, Tengku Neni Mega Ayu di Pekanbaru, Kamis (23/8/2018).

Selain itu, kata Tengku, sentimen positif juga datang dari potensi bertambahnya permintaan CPO India di kuartal ketiga ini. 

Karena kondisi produksi CPO dalam negeri India belum mencukupi, ada kabar pemerintah India akan menurunkan bea impornya sehingga keran impor CPO kembali deras. Tak hanya India, permintaan China terhadap CPO tampaknya juga masih akan solid. 

"Perang dagang ternyata membuat China mengurangi impor kedelainya dari AS dan menggantinya dengan pasokan minyak sawit dari Indonesia maupun Malaysia," tuturnya.

Periode 22-28 Agustus 2018 ini, harga CPO terpantau sebesar Rp6.790,37 dan harga kernel sebesar Rp5.694,93. Hasilnya,  harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di Provinsi Riau pekan ini, hanya mampu naik tipis sebesar Rp2,41 per kilogramnya. ***

Kategori:Ekonomi, Riau
wwwwww