Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
Nasional
21 jam yang lalu
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
2
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
Kemenpora
23 jam yang lalu
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
3
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
Kemenpora
23 jam yang lalu
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
4
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
Kemenpora
23 jam yang lalu
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
5
Subsidi Klub Futsal Masih Menunggak, Tirta Lunggana: Kami Sangat Kecewa
Sepakbola
21 jam yang lalu
Subsidi Klub Futsal Masih Menunggak, Tirta Lunggana: Kami Sangat Kecewa
6
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
Metropolitan
12 jam yang lalu
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
Home  /  Berita  /  Riau

Pengacara Neno Warisman Merasa Kesal, Aparat Dinilai Tak Berkutik Hadapi Massa 30an Orang

Pengacara Neno Warisman Merasa Kesal, Aparat Dinilai Tak Berkutik Hadapi Massa 30an Orang
Pengacara Neno Warisman, Mursal Fadillah. (Istimewa)
Sabtu, 25 Agustus 2018 17:35 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
PEKANBARU - Pengacara Neno Warismanbernama Mursal Fadillah mengaku kesal dengan tindakan aparat yang terkesan tidak tegas dan berpihak kepada massa.

Hal inilah yang memicunya berdebat dengan Anggota Kepolisian yang ada di lokasi penghadangan mobil Neno Warisman oleh sejumlah massa.

"Saya keberatan dengan ketidak berpihakan aparat. Saya keberatan dengan penghadangan seperti ini. Saya meminta pihak kepolisian untuk membuka blokir jalan itu. Apa susahnya dengan massa 30-an orang untuk membubarkan aksi itu. Apa susahnya? Apa sulitnya? Gak ada yang sulit," kata Mursal, Sabtu (25/8/2018) di Bandara SSK II Pekanbaru.

Mursal mengatakan, presidium aksi #2019GantiPresiden itu dan rombongan akan tetap bertahan di lokasi hingga massa dibubarkan. Sedangkan massa tetap bersikukuh untuk tetap memblokir jalan keluar bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru.

Sementara itu, kedatangan Neno sendiri ke Pekanbaru diketahui untuk menghadiri undangan deklarasi  #2019GantiPresiden pada Minggu (26/8). Padahal menurut panitia deklarasi di Pekanbaru, bahwa acara itu ditunda hingga 2 September mendatang. 

"Kita gak tau apa yang terjadi. Kita menghadiri undangan yang diberikan pihak panitia kegiatan aspirasi Pilpres 2019 dan kita menghadiri undangan tersebut untuk acara tersebut," kata dia.

Menurut panitia deklarasi di Pekanbaru, acara itu ditunda karena tidak adanya surat izin rekomendasi dari pihak Polresta Pekanbaru dan Polda Riau. Menanggapi itu, Mursal menyebut bahwa aksi deklarasi tak perlu izin dari polisi.

"Itu sebenarnya tidak perlu izin. Karena menurut undang-undang Nomor 9 Tahun 1998 itu hanya membutuhkan pemberitahuan. Dan polisi dengan adanya pemberitahuan hanya perlu mengeluarkan STTP untuk acara besok. Informasi dari panitia jadi digelar," jelas dia.

Terkait dengan penolakan dari berbagai elemen masyarakat di Pekanbaru, Mursal mengaku tidak mengetahuinya. "Banyak penolakan itu tidak tahu. Saya melihat itu tidak murni lagi. Karena suatu proses pendekatan hukum. Tapi saya melihat dari kacamata yang lain," tutur dia.

Akibat cekcok dengan aparat, dirinya pun diamankan pihak kepolisian. Ia digiring menjauh dari massa lalu diamankan di dalam mobil polisi.

Kejadian bermula ketika Mursal keluar dari mobil. Kemudian terjadi cekcok antara Mursal dengan salah seorang anggota kepolisian. Tak lama setelah itu, Mursal pun langsung diamankan untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan. ***

wwwwww