Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mengenal Diri Bukan Mendiagnosis Diri, Pesan Fanny Ghassani dan Samanta Clara di IYS 2026
Kemenpora
10 jam yang lalu
Mengenal Diri Bukan Mendiagnosis Diri, Pesan Fanny Ghassani dan Samanta Clara di IYS 2026
2
Menpora Erick Serahkan Penghargaan Pemenang di IYS 2026
Kemenpora
10 jam yang lalu
Menpora Erick Serahkan Penghargaan Pemenang di IYS 2026
3
Gagasan Kehadiran Staf Khusus Presiden Bidang Keolahragaan Memperkuat Ekosistem Olahraga
Nasional
9 jam yang lalu
Gagasan Kehadiran Staf Khusus Presiden Bidang Keolahragaan Memperkuat Ekosistem Olahraga
4
Zlatko Runje Gantikan Igor Tolic Saat Jamu Kalteng FC
Sepakbola
7 jam yang lalu
Zlatko Runje Gantikan Igor Tolic Saat Jamu Kalteng FC
5
Makin Panas, Empat Tim Lolos Bersaing di Semifinal
Basket
12 jam yang lalu
Makin Panas, Empat Tim Lolos Bersaing di Semifinal
6
Lawan Persib, Mundari Karya Optimistis Curi Poin
Sepakbola
7 jam yang lalu
Lawan Persib, Mundari Karya Optimistis Curi Poin
Home  /  Berita  /  Badminton

MUI Sumbar Tolak Pengaturan Pengeras Suara di Masjid

MUI Sumbar Tolak Pengaturan Pengeras Suara di Masjid
Buya Gusrizal Gazahar
Kamis, 06 September 2018 18:51 WIB
PADANG - Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Barat (Sumbar) Buya Gusrizal Gazahar menolak dengan tegas himbauan dari Kemenag RI melalui surat edaran (SE) tentang sosialisasi aturan penggunaan pengeras suara di setiap masjid.

"Peraturan tentang pengeras suara oleh Kemenag RI tersebut berdampak pada pembatasan syiar agama. Selain itu, pembatasan tersebut telah menyentuh persoalan yang sangat sensitif dalam diri kaum muslimin," ujar Buya Gusrizal di Padang, Kamis (6/9/2018) seperti dilansir Covesia.com.

Menurut dia, pihaknya telah melakukan rapat pada Selasa (4/9) dan disepakati MUI Sumbar menolak aturan Kemenag terkait Masyarakat Islam Nomor B.3940/DJ.III/HK.00.07/08/2018 tentang pelaksanaan instruksi Dirjen Bimas Islam Nomor: KEP/D/101/1978 tentang pengeras suara di masjid, langgar dan musala.

"Aturan tentang pengeras suara sudah ada sejak tahun 1978 namun tidak efektif, sekarang dimunculkan lagi ini akan menimbulkan gejolak ditengah masyarakat makanya MUI Sumbar menolaknya," sebutnya.

Sebelumnya, Kementerian Agama (Kemenag) RI meminta setiap jajaran di daerah agar mensosialisasikan aturan pengeras suara melalui surat edaran (SE) Dirjen Bimas Islam Nomor B. 3940/DJ.III/HK.00.07/08/2018 tanggal 24 Agustus 2018 lalu. ***

Editor:Arie RF
Sumber:covesia.com
Kategori:PON, Badminton, Sumatera Barat
wwwwww