Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
Hukum
16 jam yang lalu
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
2
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
Ekonomi
15 jam yang lalu
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
3
Ubed Akui Waktu Mepet dan Richie Ingin Hasil Terbaik
Badminton
9 jam yang lalu
Ubed Akui Waktu Mepet dan Richie Ingin Hasil Terbaik
4
Asael, Michelelle, dan Miftaqul Masih Berada di Jalur Positif
Olympic
9 jam yang lalu
Asael, Michelelle, dan Miftaqul Masih Berada di Jalur Positif
5
BMKG Prediksi Cuaca Jabodetabek Cerah Berawan Hari Ini
Metropolitan
22 jam yang lalu
BMKG Prediksi Cuaca Jabodetabek Cerah Berawan Hari Ini
6
Seragam Kontingen Indonesia Hasil Kolaborasi Sarinah dan Mills Menggandeng Brand Lokal
Olympic
10 jam yang lalu
Seragam Kontingen Indonesia Hasil Kolaborasi Sarinah dan Mills Menggandeng Brand Lokal
Home  /  Berita  /  Riau

Pajak Sarang Burung Walet Mulai Dikutip, DPKAD Pelalawan Libatkan Asosiasi

Pajak Sarang Burung Walet Mulai Dikutip, DPKAD Pelalawan Libatkan Asosiasi
Kota Pangkalan Kerinci. Banyak lantai atas ruko di kota ini menjadi sarang walet.
Kamis, 06 September 2018 10:56 WIB
Penulis: Farikhin
PANGKALANKERINCI - Potensi usaha burung walet di Kabupaten Pelalawan semakin menggiurkan. Pihak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) pun ikut berkeinginan memungut pendapatan daerah melalui pajak penghasilan usaha tersebut.

Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten tentang retribusi izin pengelolaan dan pengusahaan sarang burung walet sudah ada sebagai dasar pengutipan dari usaha tersebut.

"Senin besok mulai penagihan, untuk tahun 2018 ini," kata Kepala Dinas Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (DPKAD) Kabupaten Pelalawan, Davidson Saharuddin, Kamis (6/9/2018).

Landasan pengutipan dari sektor pajak ini sudah kuat. Disebutkannya, khusus untuk Kecamatan Pangkalan Kerinci jumlah pengusaha burung walet mencapai ratusan.

"Untuk Pangkalan Kerinci yang sudah terdata sebanyak 380 pengusaha. Jumlah ini sangat potensial," ujar Davidson, kepada GoRiau.

Menurutnya, pengutipan dari sektor pajak ini akan dihitung dari hasil produksi sebesar 10 persen dari harga penjualan per bulan bagi usaha burung walet yang sudah berproduksi.

"Jadi, penetapan besaran pajak dari burung walet ini akan dihitung dari hasil produksi. Besarannya mencapai 10 persen dari harga penjualan per bulan bagi yang sudah berproduksi," jelasnya.

Dalam hal ini, kata Davidson, pihaknya melibatkan asosiasi pengusahan walet di Kabupaten Pelalawan. "Asosiasi inilah yang menjadi corong kita," ujarnya, menutup. ***

Kategori:Voli, Riau
wwwwww