Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
Olympic
19 jam yang lalu
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
2
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
Olympic
19 jam yang lalu
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
3
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
9 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
4
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
Sepakbola
18 jam yang lalu
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
5
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
Sepakbola
19 jam yang lalu
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
6
Dijamu PSS, Bhayangkara FC Berharap Bisa Curi Gol Lebih Dulu
Sepakbola
19 jam yang lalu
Dijamu PSS, Bhayangkara FC Berharap Bisa Curi Gol Lebih Dulu
Home  /  Berita  /  Riau

Sebulan Elpiji Melon di Pelalawan Menghilang, Jika Ada, Harganya Mencapai Rp 35 Ribu

Sebulan Elpiji Melon di Pelalawan Menghilang, Jika Ada, Harganya Mencapai Rp 35 Ribu
Rabu, 12 September 2018 16:42 WIB
Penulis: Farikhin
PANGKALAN KERINCI - Sudah hampir sebulan, elpiji bersubsidi sulit ditemukan di Kabupaten Pelalawan, khususnya di Kota Pangkalan Kerinci. Kalaupun ada, elpiji 3 kg ini dipatok hingga Rp 30 ribu.

Kondisi ini sangat dikeluhkan oleh warga, karena sudah menjadi kebutuhan pokok bagi masyarakat sejak dikonversi dari minyak tanah.

Untuk memenuhi kebutuhan gas, warga terpaksa melakukan perburuan ke sejumlah tempat, meskipun harus membeli dengan harga yang selangit.

“Kalau 30 ribu masih bisa dimaklumi beli di warung, tapi kalau sudah 35 ribu sudah tak wajar lagi,” tutur Mak Lina, warga Jalan Arbes, Pangkalan Kerinci Timur, Rabu (12/9/2018).

Informasi yang diperoleh GoRiau, elpiji bersubsidi ini dijual bervariasi, mulai dari harga termurah Rp 20 ribu hingga Rp 35 ribu. Harga ini tergolong tidak wajar untuk di pusat ibukota kabupaten.

Pemerintah tidak lagi memberikan perlindungan terhadap konsumen, khususnya masyarakat ekonomi bawah yang seharusnya mendapatkan manfaat dari subsidi.

Harga eceran tertinggi (HET) elpiji 3 Kg untuk Kecamatan Pangkalan Kerinci sesuai SM Bupati Pelalawan Rp 18.000 per tabung. ***

Kategori:Riau, Ekonomi, Olympic, PON
wwwwww