Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
17 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
2
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
17 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
3
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
17 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
4
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
KONI
17 jam yang lalu
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
5
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
17 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
6
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
KONI
16 jam yang lalu
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
Home  /  Berita  /  Riau

Membandel, 6 Rakit PETI di Kuansing Kembali Dibakar Polisi

Membandel, 6 Rakit PETI di Kuansing Kembali Dibakar Polisi
Selasa, 25 September 2018 18:22 WIB
Penulis: Wirman Susandi
TELUKKUANTAN - Kepolisian Resor Kuantan Singingi (Kuansing), Riau kembali menertibkan aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Desa Petapahan Kecamatan Gunungtoar, Selasa (26/9/2018) siang.

Dalam operasi tersebut, polisi menemukan enam rakit PETI sedang beroperasi. Namun, para pekerja sudah kabur melihat kedatangan polisi.

Menurut Kapolres Kuansing AKBP Fibri Karpiananto, para pekerja meninggalkan mesin dompeng dalam keadaan hidup.

"Semua rakit dalam kondisi hidup. Sementara, para pekerja sudah kabur duluan saat polisi datang," ujar Kapolres melalui Kasubag Humas AKP G Lumban Toruan.

Sebagai efek jera, polisi langsung melakukan pengrusakan terhadap rakit PETI dengan cara dibakar. Sehingga, perkakas menambang yang dilakukan masyarakat setempat tidak bisa digunakan lagi.

"Kita sudah berkali-kali mengimbau masyarakat supaya meninggalkan aktivitas PETI. Bahkan, sudah banyak masyarakat yang masuk penjara karena PETI. Mudah-mudahan ini menjadi pelajaran untuk kita semua," ujar Lumban. ***

Kategori:Beladiri, Riau, Olympic
wwwwww