Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
Nasional
20 jam yang lalu
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
2
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
21 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
3
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Sepakbola
20 jam yang lalu
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
4
Optimalisasi Kemampuan Multiposisi Rizky Ridho
Sepakbola
20 jam yang lalu
Optimalisasi Kemampuan Multiposisi Rizky Ridho
5
Pieter Huistra Akui Aspek Pertahananan PSS Perlu Perbaikan
Sepakbola
20 jam yang lalu
Pieter Huistra Akui Aspek Pertahananan PSS Perlu Perbaikan
6
Stjepan Fokus Laga Berikutnya, Nadeo Ucapkan Terima Kasih kepada Jakmania
Sepakbola
20 jam yang lalu
Stjepan Fokus Laga Berikutnya, Nadeo Ucapkan Terima Kasih kepada Jakmania
Home  /  Berita  /  Riau

Tidak Mendapatkan Gaji Selama 6 Bulan, Akhirnya Pembantu yang Bekerja di Rohil Asal NTT Dikembalikan ke Kampung Halamannya

Tidak Mendapatkan Gaji Selama 6 Bulan, Akhirnya Pembantu yang Bekerja di Rohil Asal NTT Dikembalikan ke Kampung Halamannya
Maria (23), ( baju merah tengah) PRT yang tidak mendapatkan gaji selama 6 bulan saat di temui LBH Ananda
Selasa, 25 September 2018 22:55 WIB
Penulis: Amrial
BAGANSIAPIAPI - Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Ananda, Fitriani,SH merasa puas setelah berhasil memulangkan Maria (23), pekerja asal Nusa Tenggara Timur (NTT), yang tidak menerima gaji selama 6 bulan disalah satu Salon di Bagansiapiapi, Kabupaten Rokan Hilir, Riau.

Selain dijanjikan akan mendapatkan gaji, pemilik salon tersebut berjanji akan mengembalikan Maria ke yayasan tempat penyalur tenaga kerja di Jakarta. 

''Dengan kesepakatan untuk membayar gaji yang seharusnya Maria terima sudah tertuang dalam perjanjian kerja dari pihak yayasan dan pemilik salon. Namun kenyataan yang dialami berbeda sehingga terpanggil hati kami untuk melindungi pekerja perempuan tersebut," kata Fitri kepada GoRiau.com, Selasa (25/9/2018).

Menurut keterangan Fitri,  Maria disalurkan oleh Yayasan Timur Sakti Setia di Jakarta yang dalam kesepakatan dipekerjakan sebagai Pembantu Rumah Tangga (PRT). Namun setelah sampai di Bagansiapiapi, berbeda dengan apa yang sudah tertuang dalam surat perjanjian, bahkan dia dipekerjakan sebagai tenaga penyalon. 

Untuk itu, bersama dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), Fitriani menelusuri informasi yang disampaikan masyarakat bahwa ada wanita yang bekerja mengalami gangguan dalam hal kelayakan serta sistem peraturan bekerja. Mereka mencoba memediasi antara pemilik salon dengan keluarga Maria di NTT termasuk dengan pemilik salon. 

''Akhirnya mediasi sudah selesai dan apa yang menjadi kesepakatan akan dilaksakan oleh pihak pemilik salon. Hari ini pihak salon akan mengembalikan Maria keyayasan dimana diambil. Kita juga sudah punya nomer kontak pihak yayasan itu, besok kita akan koordinasi ulang dengan yayasan untuk memastikan Maria sampai apa belumnya," cetus Fitri. ***

Kategori:Olympic, Riau
wwwwww