Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
19 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
2
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
19 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
3
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
19 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
4
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
19 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
5
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
KONI
19 jam yang lalu
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
6
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
KONI
19 jam yang lalu
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
Home  /  Berita  /  Riau

Tiga Hari di Pulau Burung, Ini Hasil Pantauan BKSDA terhadap Harimau yang Resahkan Warga

Tiga Hari di Pulau Burung, Ini Hasil Pantauan BKSDA terhadap Harimau yang Resahkan Warga
Selasa, 25 September 2018 17:58 WIB
Penulis: Rida Ayu Agustina
TEMBILAHAN - Pasca penampakan seekor harimau di Desa Teluk Nibung, Kecamatan Pulau Burung, Inhil, yang meresahkan warga di sana, tim dari  Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Riau pun langsung turun ke lokasi.

Selama tiga hari kali 24 jam berada di sana, tim pun sudah melakukan pemantauan di tempat lintasan dan jejak kaki hewan jenis kucing terbesar dari spesiesnya itu.

Tidak hanya itu, masyarakat pun sudah diberikan sosialisasi bagaimana cara menghindari jika bertemu dengan binatang buas tersebut.

"Kamera di tempat-tempat tersembunyi juga sudah kita pasang, kesimpulannya tidak ditemukan lagi tanda-tanda keberadaan harimau tersebut," jelas Suharyano saat dikonfirmasi GoRiau.com, Selasa (25/9/2018) sore.

Menanggapi permintaan warga dikirimkan pawang harimau agar masyarakat tidak ketakutan lagi, Suharyono menjelaskan bahwasanya tidak serta merta pawang harimau bisa langsung diturunkan.

"Hasil pantauan kami, harimau ini hanya lewat. Karena aumannya pun tidak ada terdengar, kalau ada terdengar aumannya, paling jauh harimau itu berada 3 kilo meter dari kita," terangnya.

Sementara itu sebelumnya, Kades Teluk Nibung mengaku warga dihantui ketakutan semenjak beberapa hewan ternak warga menghilang.

Apalagi ada warga yang melihat langsung saat harimau tersebut melintasi jalan yang dilalui warga untuk menuju perusahaan tempat mereka bekerja. ***

Kategori:Olympic, Riau
wwwwww