Loading...    
           

Datangi Ditjen Dukcapil, Komisi I DPRD Bengkalis dan Kadisdukcapil Hanya Diberikan 2.000 Blanko e-KTP

Datangi Ditjen Dukcapil, Komisi I DPRD Bengkalis dan Kadisdukcapil Hanya Diberikan 2.000 Blanko e-KTP
Komisi I DPRD Bengkalis Pipit Lestary, Susianto SR, Hj Aisah, Thiner Tumanggor dan Kepala Dinas Dukcapil Bengkalis Reinaldi langsung menjemput blanko e-KTP dan menjumpai Sekretaris Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil I Gede Surata
Jum'at, 05 Oktober 2018 18:31 WIB
Penulis: Friedrich Edward Lumy
JAKARTA - Pemerintah Kabupaten Bengkalis melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) dan Komisi I DPRD Kabupaten Bengkalis, menjemput blanko elektronik Kartu Tanda Penduduk (e-KTP) di Kantor Direktorat Jenderal (Ditjen) Dukcapil di Jakarta, Jumat (5/10/2018).

Perginya anggota dewan dari Komisi I ini untuk menyampaikan langsung bagaimana kondisi antrian cetak e-KTP yang ada di Negeri Junjungan, Provinsi Riau. Juga, kebutuhan blanko e-KTP, dimana antrian Print Ready Record (PRR) atau status siap cetak e-KTP sudah mencapai 32.000 orang.

Namun, Komisi I yang diwakili Pipit Lestary, Susianto SR, Hj Aisah,dan Thiner Tumanggor, kecewa dengan hasil yang didapatinya saat menjemput langsung blanko e-KTP di Ditjen Dukcapil dan pertemuan dengan Sekretaris Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil, I Gede Surata.

Susianto mengatakan kondisi saat ini, masalah jaringan e-KTP di Kabupaten Bengkalis. Untuk mencetak 1 blanko saja bisa memakan waktu seharian. Hal ini dikarenakan server yang ada di pusat diperkirakan sudah tidak lagi mampu menampung banyaknya data perekaman e-KTP.

"Kami meminta kuota blanko e-KTP Kabupaten Bengkalis diperbanyak, agar pelayanan kepada masyarakat bisa lebih baik. Karena kami langsung berjumpa dengan masyarakat. Bahkab, dari tahun 2012 saja ada belum memiliki e-KTP. Banyak kita jumpai juga nama dengan wajah berbeda," ungkap Susianto.

Sekretaris Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil, I Gede Surata yang menjumpai langsung Komisi I dan Kepala Disdukcapil Bengkalis, Reinaldi mengatakan kepada GoRiau.com, saat ini Ditjen Dukcapil mengalami kondisi krisis blanko e-KTP.

"Kita tidak bisa memberikan sesuai yang diminta sebanyak 15.000 keping blanko e-KTP. Karena ada kebutuhan di daerah lain yang mendesak juga sama halnya dengan Kabupate Bengkalis. Untuk itu, kita hanya bisa memberikan 2.000 keping blanko e-KTP untuk dibawa ke Kabupaten Bengkalis," ungkap Surata.

Surata juga berjanji akan memberikan blanko e-KTP untuk Pemerintah Kabupaten Bengkalis jika blanko yang diambil hari ini sudah akan habis. Dirinya juga meminta laporan setiap harinya dari Dinas Dukcapil Provinsi Riau atas pengawasan sisa blanko di kabupaten/kota yang ada di Riau.

"Untuk Kabupaten Bengkalis dalam sehari itu mencetak 500 keping blanko e-KTP. Artinya, Hari Jumat (12/10/2018) yang akan datang akan habis. Dan kita akan kirim lagi sebanyak 2.000 keping blanko e-KTP," jelas Surata.

Politisi dari Partai NasDem, Pipit Lestary juga mengatakan, dirinya akan menagih janji dari Sekretaris Ditjen Dikcapil tersebut. Dimana sebelum blanko e-KTP yang ada di Kabupaten Bengkalis habis, Ditjen Dukcapil sudah mengirim lagi blanko.

"Komisi I akan ingatkan Ditjen Dukcapil. Kalau janjinya tidak terpenuhi, berarti Ditjen Dukcapil sudah membohongi Pemerintah Kabupaten Bengkalis, DPRD Bengkalis dan masyarakat," tegas Pipit.

Bahkan, Kepala Dinas Dukcapil Bengkalis, Reinaldi pun merasakan kekecewaannya saat Ditjen Dukcapil hanya memberikan 2.000 keping blanko e-KTP.

"Padahal yang kami ajukan ke Ditjen Dukcapil hari ini meminta 32.000 keping blanko e-KTP. Bukan seperti yang diberikan Ditjen Dukcapil. Apalagi saat ini akan masuk Pemilihan Legislatif dan Pemilihan Presiden. Tentunya kita tidak mau ada kendala nantinya dan kami memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat," kata Reinaldi. ***


       
        Loading...    
           
wwwwww