Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ketua Umum KONI Pusat Minta PB ABTI Satukan Indonesia Melalui Bola Tangan
KONI
22 jam yang lalu
Ketua Umum KONI Pusat Minta PB ABTI Satukan Indonesia Melalui Bola Tangan
2
NOC Indonesia Jadikan YOG Dakar 2026 Panggung Diplomasi Peluang Tuan Rumah Kualifikasi Olimpiade LA 2028
KOI
22 jam yang lalu
NOC Indonesia Jadikan YOG Dakar 2026 Panggung Diplomasi Peluang Tuan Rumah Kualifikasi Olimpiade LA 2028
3
Pemuda LIRA Desak Polri Terapkan Pasal Hukuman Mati Penyadap Presiden
Hukum
9 jam yang lalu
Pemuda LIRA Desak Polri Terapkan Pasal Hukuman Mati Penyadap Presiden
4
BMKG Ramalkan Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini
Metropolitan
10 jam yang lalu
BMKG Ramalkan Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini
5
KONI Pusat Ajak Kementerian/Lembaga Bersinergi Sukseskan PON Pantai 2026
KONI
22 jam yang lalu
KONI Pusat Ajak Kementerian/Lembaga Bersinergi Sukseskan PON Pantai 2026
6
Motivasi Tinggi PSIM Yogyakarta Jamu Dewa United FC
Sepakbola
22 jam yang lalu
Motivasi Tinggi PSIM Yogyakarta Jamu Dewa United FC
Home  /  Berita  /  Badminton

Kasihan... Mau ke Kampus, Mahasiswi UNP Tewas Ditabrak Kereta Api

Kasihan... Mau ke Kampus, Mahasiswi UNP Tewas Ditabrak Kereta Api
Mahasiswi UNP yang di tempat usai ditabrak kereta api di perlintasan Jalan Hamka, depan SD Angkasa, Jumat (5/10/2018) pagi dievakusi ke RS M Jamil. (foto: TRIBUN PADANG/RIKI SUARDI)
Jum'at, 05 Oktober 2018 19:16 WIB
PADANG - Kecelakaan maut kembali terjadi di Kota Padang. Seorang mahasiswa Universitas Negeri Padang (UNP) bernama Jelita tewas ditabrak kereta api di perlintasan Jalan Hamka, depan SD Angkasa, Jumat (5/10/2018) pagi sekitar pukul 09.15 WIB.

Usai kejadian, jasad mahasiswi berusia 20 tahun yang diketahui anak dari salah seorang anggota TNI AU yang tinggal di Komplek TNI AU Lanud Sutan Syahril RT 001 RW 009 Kelurahan Parupuk Tabing, Kecamatan Koto Tangah itu dibawa ke RSUP Dr M Djamil Padang untuk dilakukan visum.

Dikutip dari laman Tribunpadang.com, Kapolsek Koto Tangah Kompol Joni Darmawan SH membenarkan adanya seorang mahasiswa meninggal ditabrak kereta api. Kata dia, kondisi korban sangat menggenaskan. "Tangan, kaki serta pinggang patah. Bahkan kaki kirinya putus," kata Joni, Jumat (5/10/2018).

Menurut keterangan sejumlah saksi, lanjutnya, kejadian berawal saat korban sedang menghubungi ojek online untuk pergi ke kampusnya di Air Tawar. Korban kemudian berdiri di tepi rel kereta api sambil menunggu ojek online datang.

Saat sedang berdiri di dekat rel, tiba-tiba datang orang gila. Korban pun mundur untuk menjauh dari orang gila tersebut ke bantalan rel. Tanpa disadari, tiba-tiba datang kereta api dari Stasiun Simpang Haru, Padang menuju Pariaman.

Korban kemudian langsung ditabrak kereta api dan meninggal dunia di tempat kejadian dalam kondisi mengenaskan. "Akibat kejadian itu, arus lalu lintas di tempat kecelakaan langsung macet hingga radius lebih kurang 700 meter, karena sebagian warga dan pengendara yang lewat langsung menghentikan kendaraannya untuk melihat kondisi korban," ujarnya. ***

Editor:arie rf
Sumber:tribunpadang.com
Kategori:Sumatera Barat, Olympic, Badminton
wwwwww