Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
Olympic
18 jam yang lalu
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
2
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
Olympic
18 jam yang lalu
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
3
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
8 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
4
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
Sepakbola
17 jam yang lalu
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
5
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
Sepakbola
17 jam yang lalu
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
6
Dijamu PSS, Bhayangkara FC Berharap Bisa Curi Gol Lebih Dulu
Sepakbola
17 jam yang lalu
Dijamu PSS, Bhayangkara FC Berharap Bisa Curi Gol Lebih Dulu
Home  /  Berita  /  Badminton

Ketimpangan Moral Kian Marak, Mahyudin: Rakyat Rindu Pendidikan Moral Pancasila

Ketimpangan Moral Kian Marak, Mahyudin: Rakyat Rindu Pendidikan Moral Pancasila
Rabu, 10 Oktober 2018 15:04 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
BABULU - Moral adalah nilai yang sangat penting dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Tanpa moral maka akan tumbuh subur banyak ketimpangan sosial yang marak di masyarakat dan sudah menjadi fakta terjadi ditengah masyarakat seperti fenomena LGBT, korupsi dan radikalisme.

Melihat maraknya ketimpangan moral tersebut membuat masyarakat Indonesia jengah dan menyadari bahwa bangsa Indonesia mengalami satu kehilangan yang besar yakni pendidikan moral dan pemahaman nilai-nilai Pancasila.

"Gejala rindunya masyarakat terhadap pendidikan moral Pancasila terlihat dengan makin gencarnya berbagai elemen dan kelompok masyarakat mengajukan permohonan Sosialisasi Empat Pilar MPR, sampai kami kewalahan dan membuat jadwal saking banyaknya permohonan tersebut," katanya, dalam acara Sosialisasi Empat Pilar MPR RI, di aula Kecamantan Babulu, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Rabu (10/10/2018).

Rakyat, lanjut Mahyudin, juga sangat merindukan kembalinya pendidikan moral Pancasila (PMP) kembali diajarkan di sekolah-sekolah untuk membentengi rakyat Indonesia terutama generasi muda dari serbuan ketimpangan moral yang luar biasa merusak.

"Artinya apa, rakyat sebenarnya sangat merindukan apa-apa yang baik di era dahulu seperti pelajaran PMP tersebut. Sebab, Pancasila sebenarnya bukan sesuatu yang didoktrinkan yang diambil dari luar dan dipaksa dimasukkan dalam kepala rakyat Indonesia. Pancasila itu lahir dari jiwa dan karakter rakyat Indonesia sendiri," ujarnya.

Diungkapkan Mahyudin, hilangnya sesuatu yang bernilai di Indonesia memang kesalahan bangsa Indonesia sendiri yang terkadang kurang menghargai nilai bangsa sendiri dan terlalu kagum dengan nilai-nilai asing yang belum tentu bahkan kebanyakan tidak kompatibel dengan pribadi dan karakter rakyat Indonesia.

"Jadi tidak semua yang dari luar itu bagus, inilah tantangan kita bersama-sama menghargai, bangha terhadap nilai-nilai kita sendiri dan menyeleksi nilai-nilai luar baik atau malah merusak," tandasnya.

Sosialisasi Empat Pilar MPR RI dengan tema 'Merawat Persatuan Dalam Keragaman Demi Kedamaian dan Persatuan Bangsa' sendiri berlangsung selama satu hari hasil kerjasama MPR RI dengan Bina Kesehatan Pemuda Indonesia Kecamatan Babulu dan dihadiri perangkat desa Babulu Darat, aparatur desa dan kecamatan serta sekitar 300 lebih masyarakat desa Babulu Darat dan masyarakat sekitar kecamatan Babulu. ***

wwwwww