Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
Umum
20 jam yang lalu
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
2
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
Olympic
15 jam yang lalu
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
3
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
Kemenpora
14 jam yang lalu
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
4
Direktur LBH JARAK Sebut "Genk Solo" Mainkan Issue Diversion
Umum
13 jam yang lalu
Direktur LBH JARAK Sebut Genk Solo Mainkan Issue Diversion
5
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
Ekonomi
18 jam yang lalu
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
6
Massa Turunkan Foto Gibran di DPRD DIY, Guntur Romli Sebut Bukti Kemarahan Rakyat
Umum
20 jam yang lalu
Massa Turunkan Foto Gibran di DPRD DIY, Guntur Romli Sebut Bukti Kemarahan Rakyat
Home  /  Berita  /  Badminton

Soal Dukungan Pilpres 2019 Sudah Jelas, Edy Nasution: Soal Pilihan Hanya Bilik Suara yang Tahu

Soal Dukungan Pilpres 2019 Sudah Jelas, Edy Nasution: Soal Pilihan Hanya Bilik Suara yang Tahu
Wakil Gubernur Riau Terpilih Edy Afrizal Natar Nasution
Rabu, 10 Oktober 2018 09:43 WIB
Penulis: Friedrich Edward Lumy
PEKANBARU - Wakil Gubernur Riau terpilih, Edy Natar Nasution merasa perlu memberikan pencerahan kepada masyarakat Riau secara keseluruhan yang tengah membuat kesimpulan dengan pemikirannya masing-masing tentang dukungan Gubri dan Wagubri terpilih pada pemilihan Presiden 2019 (Pilpres).

"Kalau dukungannya sudah jelas seperti analogi makanan kesukaan ketiga anak saya. Dimana kita punya anak, pasti selera beda-beda. Begitu juga soal dukungan, tetapi di bilik suara nanti, silahkan tentukan pilihanmu. Itulah pendewasaan politik, jangan ada paksaan," katanya.

Menurutnya, masyarakat juga harus dicerahkan. Bahwa warna boleh berbeda sesuai hati nurani masing-masing. Perbedaan ini jangan menjadi perpecahaan. Masyarakat Riau ini berhak memilih warnanya, ada A dan B.

"Kalau ada yang bertanya kepada saya, saya warnanya kemana, itu nanti di bilik suara. Tidak ada juga kewajiban saya untuk memberitahukan kepada siapapun. Itulah Pemilu, tidak ada yang bisa memaksa," sebutnya lagi.

Edy juga menegaskan pendewasaan politik itu perlu juga diberikan kepada masyarakat. Makanya dalam setiap kampanye Edy selalu sampaikan jangan pernah ada pihak yang mencoba memisahkan dirinya dengan Syamsuar. Karena rakyat Riau itu memilih Syam - Edy, bukan Syam atau Edy saja.

"Kalau misalnya dalam perjalanan kami pecah, berarti kami tidak bertanggung jawab dengan masyarakat Riau. Saya lihat di media sosial lagi heboh soal foto bersama kami dengan sejumlah kepala daerah yang mengacung jari 1, itu bukan membahas soal deklarasi, tapi berbicara bagaimana kita kedepannya 1 suara membangun Riau lebih baik," sebutnya lagi. ***

wwwwww