Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Nono Sampono: Indonesia Harus Waspadai Perkembangan Strategi Kawasan Asia-Pasifik
Pemerintahan
11 jam yang lalu
Nono Sampono: Indonesia Harus Waspadai Perkembangan Strategi Kawasan Asia-Pasifik
2
BAP DPD RI Kembali Lanjutkan Mediasi Dugaan Maladministrasi Bupati Jember
Politik
10 jam yang lalu
BAP DPD RI Kembali Lanjutkan Mediasi Dugaan Maladministrasi Bupati Jember
3
Rahmat Gobel Sebut Komisi VII Ribut dengan Dirut Inalum Hanya Salah Paham
Politik
20 jam yang lalu
Rahmat Gobel Sebut Komisi VII Ribut dengan Dirut Inalum Hanya Salah Paham
4
DPR Usulkan Aplikasi Transportasi 'Online' Jadi Perusahaan Transportasi
Politik
18 jam yang lalu
DPR Usulkan Aplikasi Transportasi Online Jadi Perusahaan Transportasi
5
Minta Perlindungan Hukum, John Kei Kirim Surat ke Jokowi dan Kapolri
Hukum
18 jam yang lalu
Minta Perlindungan Hukum, John Kei Kirim Surat ke Jokowi dan Kapolri
6
Larang Liput Kedatangan TKA China Takut Wartawan Ditunggai Teroris, AJI: Pernyataan Danlanud Berlebihan
Peristiwa
18 jam yang lalu
Larang Liput Kedatangan TKA China Takut Wartawan Ditunggai Teroris, AJI: Pernyataan Danlanud Berlebihan
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Terjun ke Palu, Tim Advance Korkesra DPR RI Kaget, Warga Sulit Terima Bantuan Gara-gara Tak Punya KTP

Terjun ke Palu, Tim Advance Korkesra DPR RI Kaget, Warga Sulit Terima Bantuan Gara-gara Tak Punya KTP
Ilustrasi warga korban gempa menunjukkan identitas. (istimewa)
Rabu, 10 Oktober 2018 21:48 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Sehari sebelum diakhirinya fase evakuasi yang ditetapkan pemerintah melalui Badan Penanggulangan Nasional Bencana (BNPB) pada Kamis besok (11/10/2018), Tim advance Korkesra DPR RI meninjau ke 4 titik lokasi bencana di Palu yakni Petobo (desa yang hilang tertimbun), kawasan Jembatan Kuning, pantai lokasi tsunami, Balaroa, dan desa Mamboro.

"Kami didampingi Anggota Brimob dan bisa memasuki lokasi Petobo yang restricted dijaga TNI, karena tanah yang masih labil dan evakuasi sedang berlangsung," kata Endi Kurniawan, Staff Khusus Wakil Ketua DPR RI (Korkesra) Fahri Hamzah dalam pesan singkatnya yang diterima wartawan, Rabu (10/10/2018).

Di Desa Mamboro, Palu Utara, lanjut dia, banyak dapur umum dan lokasi pembagian sembako yang benar-benar belum tersentuh oleh Pemerintah, dan untungnya tertolong oleh bantuan elemen masyarakat.

"Temuan diantaranya birokrasi yang berbelit hanya untuk mendapatkan sembako, karena warga harus menunjukkan KK, KTP dan keterangan kelurahan, padahal situasinya sangat darurat," bebernya.

Hal ini, menurut keterangan Endi, tentunya menimbulkan keputusasaan warga, hingga secara psikologis bisa jadi hal ini yang memicu aksi penjarahan di toko-toko dan logistik.

Untuk di lokasi Desa Mamboro, tepatnya di Masjid yang dijadikan Posko dan dijaga Polri, kami memberikan bantuan dana untuk dijadikan logistik dapur umum dan sembako untuk dibagikan kepada masyarakat," tutupnya.***


wwwwww