Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
15 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
2
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
Metropolitan
13 jam yang lalu
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
3
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
Kemenpora
8 jam yang lalu
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
4
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
Sepakbola
24 jam yang lalu
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
5
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
Sepakbola
7 jam yang lalu
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
6
Bermain Dengan Sembilan Pemain, PSM Mampu Curi Poin di Markas Borneo FC
Sepakbola
24 jam yang lalu
Bermain Dengan Sembilan Pemain, PSM Mampu Curi Poin di Markas Borneo FC
Home  /  Berita  /  Badminton

BKPRMI Sumut: Pembakaran Bendera Tauhid Mirip Cara Komunis

BKPRMI Sumut: Pembakaran Bendera Tauhid Mirip Cara Komunis
Kamis, 25 Oktober 2018 12:56 WIB
Penulis: Rel

MEDAN - Ketua Umum Dewan Pengurus Wilayah Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (DPW BKPRMI) Sumut Zulchairi Pahlawan SH mengecam keras pembakaran bendera bertuliskan kalimat Tauhid yang terjadi di Garut.

Zulchairi Pahlawan berpendapat bahwa kalimat tauhid merupakan kalimat yg paling esensi dari ajaran Islam.

"Apa yg telah dilakukan oleh oknum Banser yg telah membakar Panji Rasulullah merupakan tindakan yg biadab dan dapat diduga merupakan bagian dari cara-cara komunis," kata Zulchairi, Kamis (25/10/2018).

BKPRMI Sumut mengutuk keras pembakaran tersebut karena perbuatan itu sangat melukai hati ummat Islam.

"Kalaupun ada organisasi yang bertentangan ideologi Pancasila memang pantas untuk dibubarkan. Namun, ia meminta agar bendera yang berlafazkan kalimat tauhid jangan selalu dianalogikan milik organisasi HTI yang telah dibubarkan pemerintah," ujar Zulchairi.

Selain itu, Pancasila merupakan ideologi final yang disepakati oleh seluruh pendiri bangsa. Untuk itu, ia mendukung organisasi yang bertentangan dengan Pancasila harus dibubarkan.

"Kami minta agar aparat penegak hukum segera mengusut tuntas pelaku pembakaran kalimat tauhid dan jika tidak ditindaklanjuti oleh aparat penegak hukum maka kami khawatir akan ada perlawanan atas tindakan biadab tersebut yang akhirnya dapat merusak ukhuwah antar ummat Islam," kata dia.

Zulchairi berharap di tahun politik ini semua pihak menahan diri dari perbuatan yang dapat memecah belah persatuan umat dan bangsa. Untuk itu, ia meminta agar kader BKPRMI di manapun berada tidak terbawa emosi yang dapat merugikan bangsa.

Editor:Fatih
Kategori:Sumatera Utara, Olympic, PON, Badminton
wwwwww