Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
Sepakbola
14 jam yang lalu
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
2
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
Metropolitan
18 jam yang lalu
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
3
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
Non Olympic
14 jam yang lalu
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
4
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
Kemenpora
16 jam yang lalu
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
5
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
Ekonomi
20 jam yang lalu
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
6
Demi Amankan Poin Hadapi Persija, Persita Lakukan Persiapan Matang
Sepakbola
12 jam yang lalu
Demi Amankan Poin Hadapi Persija, Persita Lakukan Persiapan Matang
Home  /  Berita  /  Badminton

1 dari 4 Korban Kapal Tenggelam di Rohil yang Belum Ditemukan, Ini Penyebab Sulitnya Pencarian

1 dari 4 Korban Kapal Tenggelam di Rohil yang Belum Ditemukan, Ini Penyebab Sulitnya Pencarian
Ratusan masyarakat menunggu jenazah korban kapal nelayan tenggelam di Bagansiapiapi.
Minggu, 28 Oktober 2018 14:26 WIB
Penulis: Amrial
BAGANSIAPIAPI - 1 dari 4 orang nelayan yang hilang akibat kapal pengangkut kerang mereka menabrak bubu di perairan Riau Hilir, Riau hingga kini belum diketemukan. Petugas mengalami kesulitan melakukan pencarian karena medannya yang cukup sulit.

Kepala Polisi Perairan Polres Rokan Hilir, Iptu Sapto Hartoyo mengakui, medan yang cukup berat dalam mencari korban kapal pengangkut kerang yang tenggelam beberapa hari yang lalu, menjadi salah satu penyebab mereka membatasi jadwal pencarian hanya sampai pukul 18.00 Wib sore.

Adapun kedua faktor penghambat tugas tim gabungan yang terdiri dari Basarnas dan Polair Polres Rohil adalah, sistem pasang surut air laut serta banyaknya tiang bubu yang tersebar disepanjang areal pencarian.

''Permintaan dari pihak keluarga, walaupun korban sudah meninggal, mereka ingin jenazahnya bisa kembali," tutur Kasatpol Air, Sapto Hartoyo kepada GoRiau.com, Minggu (28/10/2018).

Karena itu, Sapto mengungkapkan, berdasarkan sistem pasang surut air laut di Bagansiapiapi yang menyebabkan jenazah korban terpisah jauh dari lokasi kejadian. Kalau lagi surut, airnya menuju keperairan Penipahan sedangkan jika pasang, air lautnya menuju ke Bagansiapiapi.

''Peristiwa ini yang menyebabkan jenazah yang sudah mengapung terombang ambing mengikuti arus pasang surutnya air laut," terangnya.

Dengan melihat fanomena itu, kata Sapto, mereka berinisiatif melakukan pencarian dengan sistem berpencar dengan dibantu nelayan yang berdekatan dengan lokasi kejadian seperti nelayan Pulau Halang dan dibantu sejumlah nelayan dari Bagansiapiapi. Peran aktif nelayan, sangat membantu kepolisian karena tiga jenazah yang ditemukan hari ini, tidak terlepas dari temuan dari para nelayan.

''Jenazah kedua dan ketiga ditemukan oleh nelayan dan lalu menginformasikan kepada kami untuk penjemputan," kata Sapto yang mengatakan pihaknya hanya menurunkan 6 personil kepolisian.

Dia menyebutkan, hari ini, seluruh tim akan menuju ke Penipahan menggunakan kapal patroli guna mencari satu orang lagi awak kapal yang masih hilang. Dari hasil pencarian hingga hari ini, mereka sudah menemukan tiga jenazah nelayan yang bernama Budi, Dayat dan Ibrahim.

''Kami belum bisa menetapkan batas limit pencaharian dan mudah mudahan sehari dua hari ini bisa kita dapatkan sebelum kita hentikan pencarian," ujarnya. ***

wwwwww