Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
Sepakbola
19 jam yang lalu
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
2
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
Metropolitan
23 jam yang lalu
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
3
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
Non Olympic
18 jam yang lalu
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
4
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
Kemenpora
20 jam yang lalu
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
5
Demi Amankan Poin Hadapi Persija, Persita Lakukan Persiapan Matang
Sepakbola
16 jam yang lalu
Demi Amankan Poin Hadapi Persija, Persita Lakukan Persiapan Matang
6
Nyawa Atlet Di Ujung Bantingan (Edisi I)
Non Olympic
19 jam yang lalu
Nyawa Atlet Di Ujung Bantingan (Edisi I)
Home  /  Berita  /  Badminton

Harimau Serang Ternak Warga Inhil Riau, Warga Mulai Takut Berkebun

Harimau Serang Ternak Warga Inhil Riau, Warga Mulai Takut Berkebun
Selasa, 30 Oktober 2018 10:49 WIB
TEMBILAHAN - Sedikitnya empat sapi milik warga Desa Teluk Nibung, Indragiri Hilir (Inhil) Riau diserang harimau liar. Kini sebagian warga takut untuk pergi ke kebun karet.

''Sejak harimau masuk ke perkampungan kami, warga pun sekarang pada takut untuk pergi ke kebun karetnya," kata Kades Teluk Nibung, Sucipto kepada detikcom, Selasa (30/10/2018).

Sucipto menjelaskan, bagi warga yang memiliki kebun kareta yang jauh dari pemukiman penduduk, mereka tak berani lagi untuk menakik pohon karetnya. Mereka khawatir nantinya bertemu dengan si raja hutan.

''Warga saya banyak yang takut ke kebun, terutama kebun karetnya yang jauh dari pemukiman," katanya.

Sucipto menjelaskan, pasca harimau masuk kampung sejak akhir September dan Oktober ini, pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait.

"Kita juga sudah sampaikan ke pihak Polsek dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam Riau," kata Sucipto.

Pihaknya khawatir bila masalah ini tidak ditangani akan menjadi konflik. Masyarakat juga tidak ingin menjadi korban dalam masalah tersebut."Warga serba salah, satu sisi harimau satwa yang dilindungi. Sisi lain, warga juga takut kalau menjadi korban," kata Sucipto. ***

Editor:Hermanto Ansam
Sumber:detik.com
Kategori:Badminton, Riau, Olympic
wwwwww