Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
Metropolitan
13 jam yang lalu
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
2
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
Ekonomi
15 jam yang lalu
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
3
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
Sepakbola
9 jam yang lalu
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
4
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
Kemenpora
10 jam yang lalu
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
5
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
Metropolitan
21 jam yang lalu
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
6
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
Non Olympic
8 jam yang lalu
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
Home  /  Berita  /  Badminton

Soal Ma'ruf Amin Sebut Kata Buta-budek', Fadli Zon: Diksinya Sealiran dengan 'Sontoloyo-Genderuwo'

Soal Maruf Amin Sebut Kata Buta-budek, Fadli Zon: Diksinya Sealiran dengan Sontoloyo-Genderuwo
Senin, 12 November 2018 16:29 WIB
JAKARTA - Calon Wakil Presiden nomor urut 01 Ma’ruf Amin bicara soal pemerintahan Joko Widodo (Jokowi)-Jusuf Kalla (JK) yang menurutnya telah menorehkan prestasi. Di mana, ia kemudian menggunakan istilah 'buta' dan 'budek' bagi yang tidak bisa melihat prestasinya.

Menilai pernyataan tersebut, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon mengatakan, jika analogi ucapan buta dan budek tersebut satu aliran dengan diksi sontoloyo dan genderuwo yang diucapakan oleh Jokowi.

"Saya kira sama, satu aliran lah diksinya dengan sontoloyo, genderuwo," ujar Fadli di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (12/11/2018).

Pengusung Capres Prabowo Subianto itu menambahkan, sebaiknya kata-kata budek dan buta itu haruslah dihindari. Sebab, hal tersebut dapat menyinggung perasaan kaum difabel.

"Jangan bicara hal-hal yang bersifat fisik, kekurangan fisik, maupun hal lain. Ini sangat sensitif ya, ini biasa menyinggung kaum difabel. Dan saya kira harus dihindari lah hal-hal ini," tegas dia.

Oleh karena itu, Fadli mengingatkan agar tak melakukan sesuatu political labeling. Ia pun mengklaim kalau kubunya melakukan kritik sesuai dengan data-data yang ada.

"Terus kalau cuma tanggapannya itu buta, tidak melihat, loh, masyarakat kan merasakan ketimpangan yang luar biasa sebenarnya," pungkasnya.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:liputan6.com
Kategori:Badminton, Olympic, Voli, Metropolitan, DKI Jakarta
wwwwww