Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
KONI
24 jam yang lalu
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
2
Demo Sumpah Pemuda di Jakarta, Massa SADAR Bawa Tuntutan Karhutla dan Tolak Oligarki
Umum
24 jam yang lalu
Demo Sumpah Pemuda di Jakarta, Massa SADAR Bawa Tuntutan Karhutla dan Tolak Oligarki
3
Riko Simanjuntak Minta Maaf Kepada Fans PSS Sleman
Sepakbola
22 jam yang lalu
Riko Simanjuntak Minta Maaf Kepada Fans PSS Sleman
4
Alasan Bernando Tavares Tunjuk Yuran Fernandes Jadi Eksekutor
Sepakbola
23 jam yang lalu
Alasan Bernando Tavares Tunjuk Yuran Fernandes Jadi Eksekutor
5
Francisco Rivera Unjuk Kualitas Dalam Alirkan Bola dan Ambil Keputusan
Sepakbola
22 jam yang lalu
Francisco Rivera Unjuk Kualitas Dalam Alirkan Bola dan Ambil Keputusan
6
Darije Kalezic Ungkap Kunci Hentikan Tren Cetak Gol Bhayangkara FC
Sepakbola
23 jam yang lalu
Darije Kalezic Ungkap Kunci Hentikan Tren Cetak Gol Bhayangkara FC
Home  /  Berita  /  Badminton

Tak Hadir Saat Sandiaga Uno Datang ke Riau, Irwan Ternyata Sedang Acara di Batam

Tak Hadir Saat Sandiaga Uno Datang ke Riau, Irwan Ternyata Sedang Acara di Batam
Irwan Nasir
Senin, 12 November 2018 22:55 WIB
Penulis: Safrizal
SELATPANJANG - Ketua DPW PAN Riau Irwan Nasir tak hadir di Rumah PAN pada saat menyambut kedatangan Calon Wakil Presiden Sandiaga Uno. Ternyata, Irwan yang juga Bupati Kepulauan Meranti itu sedang ada acara di Batam, Kepulauan Riau.

Sandiaga Uno datang ke Rumah PAN Jalan Arifin Ahmad Pekanbaru, Senin (12/11/2018). Di hari yang sama, Irwan menjadi pembicara pada acara Tropical Peatland Roundtable Discussion, di Batam, Kepulauan Riau.

Acara tersebut mengangkat tema "Tantangan Pengelolaan Ekosistem Gambut dalam Perspektif Lokal". Diskusi Internasional Lahan Gambut di Bayam ini dihadiri oleh para pakar dan peneliti gambut dunia.

Hadir dalam acara itu Kepala Badan Restorasi Gambut Ir Nazir Fuad MSc, Deputy I BRG RI Dr Haris Gunawan, Ketua Masyarakat Lahan Gambut Internasional Prof Gerald Schmilewski, Peneliti Hutan dan Lingkungan Hidup Badan Pengembangan dan Inovasi Dr Agus Justianto, serta puluhan Akademisi serta Peneliti Lahan Gambut Internasional.

Dalam penyampaiannya, Irwan mengangkat tema Tantangan Dalam Mengelola Ekosistem Gambut dalam Perspektif Lokal. Di situ ia menjelaskan bagaimana upaya Pemda Meranti dalam melestarikan ekosistem gambut seluas 80 persen dari total wilayah dengan berbagai tantangan. Seperti rentan terhadap kebakaran lahan, abrasi ombak laut dan cukup susahnya memanfaatkan lahan gambut untuk pengembangan tanaman pertanian perkebunan.

Namun, berkat strategi dan keuletan masyarakat yang didukung penuh oleh Pemerintan Daerah, dapat menjadikan lahan gambut sebagai potensi daerah yang mampu mendukung kearifan lokal. Salah satunya dalam pengembangan sagu, kelapa dan kopi yang menjadi andalan Meranti sejah dahulu.

Selanjutnya, Irwan memaparkan pentingnya menjaga ekosistem gambut, dan Pemkab Meranti diakuinya sangat konsen terhadap pelestarian ekosisten gambut itu. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan membuat kanalisasi atau sekat kanal berguna untuk mengendapkan air di suatu kolam atau wadah penampungan untuk dialiri ke ekosistem lahan gambut agar tetap basah dan terbebas dari kebakaran.

Sejak sistem ini diterapkan, jumlah kebakaran hutan dan lahan gambut di Meranti berhasil ditekan. Dari ribuan hektar sampai menimbulkan bencana kabut asap ditahun 2016 menjadi ratusan hektar saja di tahun 2018.

Selain itu, dalam pelestarian ekosistem gambut di wilayah pinggir pantai, dikatakan orang nomor satu di Kepulauan Meranti itu lagi, pemerintan daerah bersama masyarakat terus menggalakkan penanaman mangrove, dan upaya ini menjadi salah satu yang paling efektif dan efisien dalam menyelamatkan bibir pantai Meranti dari ancaman abrasi.

Pakar Serta Peneliti Gambut akan Kunjungi Meranti

Pemaparan Bupati Irwan tentang berbagai upaya yang dilakukan Pemkab Meranti dalam memanfaatkan dan melestarikan ekosistem gambut di hadapan para pakar dan ahli lingkungan gambut dunia mendapat apresiasi dari para peserta diskusi.

Direncanakan puluhan peserta seminar yang terdiri dari para pakar dan ahli serta peneliti dunia bertitel doktor itu akan melanjutkan tournya ke Meranti. Jika tidak ada halangan, rombongan peneliti di bawah koordinasi Badan Restorasi Gambut RI akan sampai di Meranti pada tanggal 14 November 2018 mendatang. Kedatangan mereka di Kota Sagu untuk melihat langsung tanaman sagu, budidaya kolam ikan, kanal bloking, potensi kebun kelapa, kebun kopi, serta kunjungan ke kilang dan perusahaan sagu.

Adapun daerah yang menjadi tujuan adalah, Kecamatan Tebingtinggi Timur, tepatnya di Desa Sungaitohor, Desa Tanjung Sari dan Desa Lukun. ***

wwwwww