Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Forum Facebook Pekanbaru Kota Bertuah Fasilitasi Pengobatan Indah Putri
Kesehatan
22 jam yang lalu
Forum Facebook Pekanbaru Kota Bertuah Fasilitasi Pengobatan Indah Putri
2
Ruslan Buton Ditangkap, Kolonel Sugeng Waras: Anda tidak Sendirian, Banyak Orang di Belakangmu
Hukum
20 jam yang lalu
Ruslan Buton Ditangkap, Kolonel Sugeng Waras: Anda tidak Sendirian, Banyak Orang di Belakangmu
3
Dijerat Pasal Berlapis, Ruslan Buton Terancam Penjara Hingga 8 Tahun
Hukum
20 jam yang lalu
Dijerat Pasal Berlapis, Ruslan Buton Terancam Penjara Hingga 8 Tahun
4
Rekam Jejak Dirut TVRI yang Baru, Penggemar 'Bokep' Eks Kontributor Majalah Dewasa
Pemerintahan
22 jam yang lalu
Rekam Jejak Dirut TVRI yang Baru, Penggemar Bokep Eks Kontributor Majalah Dewasa
5
DPR Mulai Uji Coba Teknis Pemggunaan 'Smartcard'
DPR RI
20 jam yang lalu
DPR Mulai Uji Coba Teknis Pemggunaan Smartcard
6
Dewas Tunjuk Iman Brotoseno Abaikan DPR, TVRI Mau Dibawa Kemana?
Pemerintahan
23 jam yang lalu
Dewas Tunjuk Iman Brotoseno Abaikan DPR, TVRI Mau Dibawa Kemana?
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Harga Kelapa Anjlok, Pedagang di Tembilahan Keluhkan Sepi Pembeli

Harga Kelapa Anjlok, Pedagang di Tembilahan Keluhkan Sepi Pembeli
Kamis, 15 November 2018 22:08 WIB
TEMBILAHAN - Mayoritas atau sekitar 70 persen penduduk Inhil berpenghasilan sebagai petani kelapa, anjloknya harga kelapa akhir-akhir ini mempengaruhi perekonomian di Negeri Seribu Parit ini.

Murahnya harga kelapa tidak hanya membuat petani kelapa tidak berdaya, hal itu juga turut dirasakan oleh pedagang, karena sejak harga kelapa tidak stabil, daya beli pun semakin berkurang.

Seperti yang diutarakan salah seorang penjual sayur di Pasar Terapung Tembilahan, ia mengaku akhir-akhir ini dagangannya sepi pembeli.

"Iya sepi sekarang, mana harga sayur banyak yang naik. Seperti harga kol biasa kita jual Rp5000 perkilo, sekarang sudah Rp8000 perkilo," ujarnya kepada GoRiau.com.

Tidak hanya pedagang sayur, pedagang lainnya, seperti salah seorang pedagang martabak mengakatan dengan murahnya harga kelapa saat ini, sangat mempengaruhi dagangannya.

"Biasakan banyak orang dari daerah yang datang ke Tembilahan, nginap di hotel atau wisma, sering beli martabak, sekarang sudah sepi," keluhnya.

Untuk satu hari yang biasa ia bisa menjual lebih kurang 13 kilo martabak, dengan kondisi saat ini dikatakannya paling banyak hanya 7 hingga 8 kilo perharinya.

"Ya mudah-mudahan harga kelapa bisa stabil lagi seperti dahulu, jadi aktifitas jual beli tidak lesu seperti ini," harapnya. ***

Editor:Hermanto Ansam
Kategori:Ekonomi, Riau, GoNews Group

wwwwww