Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
Kemenpora
15 jam yang lalu
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
2
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
Sepakbola
14 jam yang lalu
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
3
Ivan Mamut Pastikan Kemenangan Persija atas Persebaya
Sepakbola
14 jam yang lalu
Ivan Mamut Pastikan Kemenangan Persija atas Persebaya
4
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
22 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
5
MA Anulir Suket SMA Gibran Rakabuming, Publik Soroti Sikap KPU dan Ancaman Pemakzulan
Umum
15 jam yang lalu
MA Anulir Suket SMA Gibran Rakabuming, Publik Soroti Sikap KPU dan Ancaman Pemakzulan
6
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
Metropolitan
20 jam yang lalu
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
Home  /  Berita  /  Badminton

Ribuan Ikan Mati di Sungai Rokan Bagansiapiapi

Ribuan Ikan Mati di Sungai Rokan Bagansiapiapi
Seorang ibu mengutip ikan yang sudah mati di pinggiran Sungai Rokan
Kamis, 15 November 2018 07:20 WIB
Penulis: Amrial
BAGANSIAPIAPI - Masyarakat Desa Labuhan Tangga Kecil, Kecamatan Bangko, Kabupaten Rokan Hilir, Riau menemukan ribuan ikan dengan spesies ikan Gulama, Sembilang, Patin, Jumpul, Kakap dan ikan Duri mati secara misterius dan mengambang di sungai Rokan. Peristiwa itu sudah terjadi sejak 5 hari yang lalu hingga sekarang.

Tumpukan ikan yang mati, menyebabkan sebagian besar nelayan yang ada di desa itu enggan melaut karena mereka beralasan, hasilnya sudah pasti jauh merosot. Tidak hanya di Labuhan Tangga, kondisi yang sama juga dialami nelayan di Desa Batu Hampar.

Puri (34), nelayan jaring yang merupakan warga jalan Parit Tuk Dewa RT 02 Kelurahan Bantahan Hilir, Kecamatan Batu Hampar, Rohil mengungkapkan, biasanya kalau ada banyak ikan yang mati, itu pertanda pendapatan mereka akan jatuh drastis. Akhirnya bersama dengan 40 nelayan jaring lainnya, mereka enggan turun ke laut.

''Sangat jauh merosot hasilnya. Yang kami peroleh hanya untuk makan di rumah dan hasilnya tidak cukup untuk dijual," ujar Puri, Rabu (15/11/2018).

Senada disampaikan Hapiz (32), yang berprofesi sebagai nelayan tangkap ikan bubu, warga jalan Bono RT 03 Labuhan Tangga Kecil, Kecamatan Bangko,Rohil. Hapiz yang melaut bersama adiknya biasanya mendapatkan hasil tangkapan minimal 30 kg per trip itu, mengaku kecewa dengan kondisi sekarang.

"Mencari ikan untuk kebutuhan dapur saja susah, apalagi untuk dijual. Yang jelas mata pencaharian kami para nelayan disini terancam,” katanya.

Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari Dinas Perikanan dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Rohil terkait peristiwa matinya ribuan ikan itu. ***

wwwwww