Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
Hukum
18 jam yang lalu
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
2
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
Hukum
14 jam yang lalu
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
3
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
Umum
15 jam yang lalu
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
4
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
Olympic
11 jam yang lalu
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
5
Ketua Umum PB KAMI Dukung Langkah Tegas Kapolri Bersihkan Institusi
Hukum
20 jam yang lalu
Ketua Umum PB KAMI Dukung Langkah Tegas Kapolri Bersihkan Institusi
6
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
Metropolitan
11 jam yang lalu
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
Home  /  Berita  /  Badminton

Batas Akhir Pemberian Vaksin MR di Meranti Kembali Diperpanjang

Batas Akhir Pemberian Vaksin MR di Meranti Kembali Diperpanjang
Senin, 19 November 2018 20:06 WIB
Penulis: Safrizal
SELATPANJANG - Batas akhir pemberian vaksin Measles Rubella (MR) kembali diperpanjang. Yang semula pada 31 Oktober 2018, diperpanjang menjadi 31 Desember 2018.

Info itu diakui M Fahri SKM, Kasi Penanggulangan Penyakit Menular (P2M) Diskes Kepulauan Meranti, ketika ditemui di Selatpanjang.

"Jadwalnya diperpanjang hingga 31 Desember 2018," kata Fahri, Senin (19/11/2018).

Kata Fahri, perpanjangan jadwal ini berlaku secara nasional.

Untuk di Kepulauan Meranti, pemberian vaksin baru terealisasi 29,6 persen. Padahal, sasaran vaksin MR di Kepulauan Meranti sebanyak 51.443 orang. Mulai usia 9 bulan hingga 15 tahun.

Untuk itu, nantinya Diskes akan membuat terobosan guna meningkatkan animo masyarakat terhadap vaksin MR ini. Diskes akan memanfaatkan media sosial (Medsos) untuk sosialisasi. Selain itu, Puskesmas juga diminta mensosialisasi ulang.

"Advokasi ke masyarakat umum sangat susah. Padahal kami sudah sampai kepala desa mensosialisasikannya. Kalau kata mereka (masyarakat) tak mau, kita mau jelaskan manfaat vaksin itu pun mereka tetap tak mau," ungkap Fahri.

Diakui Fahri, setelah divaksin, tetap ada kemungkinan anak-anak terkena penyakit campak. Namun tidak akan separah yang tidak divaksin.

"Masyarakat tak perlu takut kalau ada info anak akan sakit setelah divaksin, itu hoax," kata Fahri lagi. ***

Kategori:Voli, Riau, PON, Badminton
wwwwww