Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mengenal Diri Bukan Mendiagnosis Diri, Pesan Fanny Ghassani dan Samanta Clara di IYS 2026
Kemenpora
8 jam yang lalu
Mengenal Diri Bukan Mendiagnosis Diri, Pesan Fanny Ghassani dan Samanta Clara di IYS 2026
2
Menpora Erick Serahkan Penghargaan Pemenang di IYS 2026
Kemenpora
8 jam yang lalu
Menpora Erick Serahkan Penghargaan Pemenang di IYS 2026
3
Denlson Junior Siap Hadapi Laga Panas Lawan Persija
Sepakbola
24 jam yang lalu
Denlson Junior Siap Hadapi Laga Panas Lawan Persija
4
Gagasan Kehadiran Staf Khusus Presiden Bidang Keolahragaan Memperkuat Ekosistem Olahraga
Nasional
7 jam yang lalu
Gagasan Kehadiran Staf Khusus Presiden Bidang Keolahragaan Memperkuat Ekosistem Olahraga
5
Ambisi Madura United FC Putus Tren Positif PSM Makassar
Sepakbola
24 jam yang lalu
Ambisi Madura United FC Putus Tren Positif PSM Makassar
Home  /  Berita  /  Badminton

Di Musim Penghujan, Petani Karet di Kampar Menjerit

Di Musim Penghujan, Petani Karet di Kampar Menjerit
Selasa, 20 November 2018 23:11 WIB
Penulis: Syawal Jose
BANGKINANG - Petani karet dan petani sawit hingga hari ini, Selasa 20 Oktober 2018 masih menjerit dengan harganya. Di Desa Tanjung, Koto Kampar Hulu harga karet yang tak kunjung naik. Sementara harga bahan pokok melambung tinggi.

"Harga beras naik Rp.3000. Sementara harga karet menurun. Kemarin harga karet hanya Rp. 8000," ujar Asmar, warga Desa Tanjung, terlihat kesal diraut wajahnya saat ditanya GoRiau, Selasa (20/11/2018) malam.

Ia berharap kepada pemerintah peduli dengan harga karet dan sawit, khususnya di wilayah Kecamatan Koto Kampar Hulu yang rata-rata mata pencariannya sebagai petani karet. Apalagi di musim penghujang, banyak petani yang tidak bisa menyedap karet.

Sementara itu harga sawit hanya mencapai hanya mencapai Rp790. Petani sawit di Desa Tanjung menyebutkan harga sawit Rp 790 ini sudah dialaminya beberapa pekan terakhir ini. Sebelumnya ia menjual kepada toke sawit dengan harga diatas Rp800.

"Satu hari yang lalu saya menjualnya seharga Rp790 rupiah. Sebelumnya diatas 800 rupiah. Harganya selalu menurun setiap pekan," ujar Kurniawan. ***

wwwwww