Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
Sepakbola
13 jam yang lalu
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
2
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
Metropolitan
17 jam yang lalu
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
3
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
Kemenpora
14 jam yang lalu
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
4
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
Non Olympic
12 jam yang lalu
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
5
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
Ekonomi
19 jam yang lalu
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
6
Wapres Gibran Rakabuming Siap Buka Dokumen Pendidikan di PTUN, Tolak Gugatan Dicabut
Umum
18 jam yang lalu
Wapres Gibran Rakabuming Siap Buka Dokumen Pendidikan di PTUN, Tolak Gugatan Dicabut
Home  /  Berita  /  Badminton

Wardan: Inovasi Pengolahan Kelapa Bisa Tingkatkan Kesejahterahaan Masyarakat saat Harga Kelapa Turun

Wardan: Inovasi Pengolahan Kelapa Bisa Tingkatkan Kesejahterahaan Masyarakat saat Harga Kelapa Turun
Bupati Inhil, HM Wardan dan Wakil Bupati, Syamssudin Uti saat dilantik Plt Gubri, Wan Thamrin Hasyim di Gedung Daerah (foto: barkah/goriau.com)
Kamis, 22 November 2018 14:36 WIB
Penulis: Barkah Nurdiansyah
PEKANBARU - Resmi dilantik, Bupati Indragiri Hilir (Inhil) HM Wardan menyoroti kelapa yang menjadi salah satu penghasilan pokok bagi masyarakat di Negeri Sribu Jembatan tersebut.

Kepada GoRiau.com, Wardan mengatakan, peningkatan ekonomi masyarakat Inhil menjadi tujuan utama dirinya pada masa kepemimpinan yang memasuki periode keduanya itu.

"Kita akan memaksimalkan potensi perkebunan kelapa di Inhil seluas 432.000 hektare yang juga merupakan perkebunan kelapa terluas di dunia," kata Wardan saat ditemui usai pelantikan di Gedung Daerah, Kamis (22/11/2018).

Wardan melanjutkan, meski harga kelapa saat ini mengalami penurunan, semua pihak harus saling bersinergi dan masyarakat harus bisa berinovasi.

"Jadi, masyarakat tidak lagi hanya memanfaatkan kelapa bulat saja untuk dijual. Tapi berinovasi dan mengolah kelapa dengan barang jadi atau barang setengah jadi," sebutnya.

Wardan merincikan, beberapa hasil olahan kelapa yang bisa menjadi penghasilan bagi masyarakat seperti, minyak kelapa, kecap, sabun dan segala macam hasil olahan dari kelapa.

"Nantinya akan dikelola pemerintah melalui BUMDes dan industri rumah tangga yang juga dikelola melalui SRG (sistem resi gudang) dan tataniaga yang telah dibuat perda," rincinya.

Tentunya, dengan mengolah kelapa menjadi barang jadi maupun setengah jadi, akan meningkatkan harga dan tentunya akan membuat masyarakat lebih sejahtera. ***

Kategori:Voli, Riau, Badminton
wwwwww