Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
Hukum
12 jam yang lalu
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
2
Asael Sumbang Medali Kedua buat Indonesia, Airlangga Berikan Apresiasi
Olympic
24 jam yang lalu
Asael Sumbang Medali Kedua buat Indonesia, Airlangga Berikan Apresiasi
3
Ketua Umum PB KAMI Dukung Langkah Tegas Kapolri Bersihkan Institusi
Hukum
14 jam yang lalu
Ketua Umum PB KAMI Dukung Langkah Tegas Kapolri Bersihkan Institusi
4
Lawan Melbourne Victory, Persib Incar Tiga Poin Demi Tiket 16 Besar ACL 2
Sepakbola
22 jam yang lalu
Lawan Melbourne Victory, Persib Incar Tiga Poin Demi Tiket 16 Besar ACL 2
5
Marc Klok Terlecut Balas Pengorbanan Suporter Persib Yang Borong Tiket ACL 2
Sepakbola
22 jam yang lalu
Marc Klok Terlecut Balas Pengorbanan Suporter Persib Yang Borong Tiket ACL 2
6
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
Umum
9 jam yang lalu
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
Home  /  Berita  /  Badminton

Tingginya Curah Hujan, Ratusan Rumah di Gunung Sahilan Kampar Terendam

Tingginya Curah Hujan, Ratusan Rumah di Gunung Sahilan Kampar Terendam
Rumah warga yang terkena banjir di Gunung Sahilan, Jum'at 23 November 2018
Jum'at, 23 November 2018 19:05 WIB
Penulis: Syawal Jose
BANGKINANG - Dua desa di Kecamatan Gunung Sahilan, Kampar, Riau terendam banjir hasil luapan air Sungai Subayang. Dua desa yang terendam ini adalah Desa Gunung Sahilan dan Desa Sahilan Darussalam.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kampar saat dihubungi GoRiau.com, Jum'at 23/11/2018) menjelaskan, ada sebanyak 154 kepala keluarga yang terkena banjir di Desa Sahilan Darussalam.

Sementara di Desa Gunung Sahilan ia menyebutkan sebanyak lebih kurang 150 kepala keluarga atau 300 jiwa rumahnya yang terendam banjir.

Yasir mengatakan bahwa timnya sudah di lokasi sejak dua hari yang lalu untuk terus melakukan pertolongan dan pendataan yang terkena dampak banjir tersebut. Ia menyampaikan kebanjiran di dua desa ini diakibatkan oleh tingginya curah hujan.

"Banjirnya pengaruh tingginya curah hujan dari Sumatera Barat, jadi air sungainya meluap ke pemukiman warga. Saat ini kita hanya bisa baru melakukan antisipasi siaga dulu," kata Yasir.

Karena menurut Yasir, saat ini belum dengan status tanggap darurat. Dan ia juga mengungkapkan pihak nya belum mendirikan tenda darurat untuk pengungsi maupun dapur umum untuk warga yang terkena banjir di dua desa ini.

Karena kata Yasir, kalau air naiknya meluas, baru akan berkoordinasi dengan pihak terkait atau kepada bupati untuk memberikan bantuan kepada korban bencana banjir tersebut. ***

wwwwww