Kampar Terima Penghargaan Sebagai Daerah dengan Ketepatan Alokasi APBD Pendidikan Terbaik 2018

Kampar Terima Penghargaan Sebagai Daerah dengan Ketepatan Alokasi APBD Pendidikan Terbaik 2018
Jum'at, 30 November 2018 09:06 WIB
Penulis: Syawal Jose
BANGKINANG - Kabupaten Kampar menerima penghargaan sebagai daerah terbaik untuk kategori Ketepatan Alokasi APBD Bidang Pendidikan Kelompok 1 dalam Indeks Kelola. Kelompok penghargaan ini merupakan kategori Kinerja dan Efektivitas Pengelolaan APBD. Kampar diapresiasi sebagai Kabupaten dengan Ketepatan Alokasi APBD Pendidikan Terbaik 2018.

Penghargaan tersebut diserahkan Deputi Bidang Ekonomi Kantor Staf Presiden RI Denni Purbasari Sekretaris Dinas Pendidikan dan Olahraga Kabupaten Kampar Neneng Suryani yang mewakili Bupati Kampar Azis Zaenal. Kepala Dinas Pendidikan dan Olahraga Kabupaten Kampar Susanto berhalangan hadir pada acara yang digelar Rabu (28/11) di di XXI Ballroom Djakarta Theater tersebut karena sedang perawatan.

Azis Zaenal menyebutkan, Indeks Kelola adalah metode penilaian didasarkan keberhasilan suatu daerah dalam mengelola APBD sehingga berdampak langsung pada masyarakat. Metode Indeks Kelola dirumuskan oleh katadata.co.id dibantu JariUngu.com dan sejumlah ekonom Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Gadjah Mada, media dan lembaga riset di ekonomi bisnis.

Penghargaan ini terkait dengan ketepatan penggunaan APBD yang dilakukan oleh Kabupaten Kampar di bidang Pendidikan yang mengalokasikan dana pendidikan di atas 20 persen. Tepatnya, kita menganggarkan sampai sebesar 32 persen pada 2018. Ini sesuai dengan kebutuhan dan peruntukannya. Ini merupakan bukti bahwa Pemkab Kampar sangat peduli dengan pendidikan.

Sementara itu Neneng menyebutkan, Dinas Pendidikan dan Olahraga Kabupaten Kampar mempunyai program-program prioritas. Baik itu sisi peningkatan mutu maupun fisik. Sehingga bisa dimengerti oleh seluruh pengambil kebijakan dan dijadikan program prioritas Kabupaten Kampar.

Neneng juga menegaskan bahwa Dinas Pendidikan Kabupaten Kampar sangat komit dengan program prioritas yang menyangkut mutu dan kualitas pendidikan. Hal ini tentunya sesuai dengan kebutuhan. Kebijakan ini menurut dia harus diiringi dengan pengelolaan APBD yang tepat guna.

''Kita yakin dengan pengelolaan pendidikan yang baik akan menghasilkan mutu dan kualitas yang lebih baik pula,'' sebut Neneng. ***

wwwwww