Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Syarief Hasan Ajak Masyarakat Teladani Dua Prajurit TNI AL yang Relakan Gaji dan THR untuk Beli Sembako
MPR RI
22 jam yang lalu
Syarief Hasan Ajak Masyarakat Teladani Dua Prajurit TNI AL yang Relakan Gaji dan THR untuk Beli Sembako
2
Mahfuz: Gelora Indonesia Partai Terbuka dan Kekuatan Politik Baru
Politik
14 jam yang lalu
Mahfuz: Gelora Indonesia Partai Terbuka dan Kekuatan Politik Baru
3
Sepasang PNS yang Pingsan Bugil dalam Kijang Innova Ternyata Pejabat Dinas Pendidikan
Peristiwa
13 jam yang lalu
Sepasang PNS yang Pingsan Bugil dalam Kijang Innova Ternyata Pejabat Dinas Pendidikan
4
New Normal, Era Dunia Konstruksi di Revolusi Industri 5.0
Pemerintahan
24 jam yang lalu
New Normal, Era Dunia Konstruksi di Revolusi Industri 5.0
5
Istri Polisi Sekap dan Aniaya Bidan dalam Poskesdes, Korban Harus Dirawat di Rumah Sakit
Peristiwa
14 jam yang lalu
Istri Polisi Sekap dan Aniaya Bidan dalam Poskesdes, Korban Harus Dirawat di Rumah Sakit
6
Pasien Positif Covid-19 ke-118 di Riau Ternyata Warga Kepri, Saat Ini Dirawat di RSUD Arifin Achmad
Kesehatan
4 jam yang lalu
Pasien Positif Covid-19 ke-118 di Riau Ternyata Warga Kepri, Saat Ini Dirawat di RSUD Arifin Achmad
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Harga Kelapa Rakyat di Inhil Anjlok, DPRD Riau: Pembangunan Industri Hilirisasi dan Pelabuhan Harus Difokuskan

Harga Kelapa Rakyat di Inhil Anjlok, DPRD Riau: Pembangunan Industri Hilirisasi dan Pelabuhan Harus Difokuskan
Senin, 10 Desember 2018 16:23 WIB
Penulis: Nyimas Naima Azzahra
PEKANBARU - Terkait dengan murahnya harga kelapa rakyat di Indragiri Hilir (Inhil), Sekretaris Komisi II DPRD Provinsi Riau, Mansyur HS menilai, bahwa salah satu solusi untuk permasalahan ini ialah pembangunan industri hilirisasi.

"Salah satu solusinya harus ada Industri hilirisasi. Apalagi menurut informasi saat ini, ada isu monopoli. Jadi pemerintah daerah maupun pusat harus memberikan kebebasan bagi investor untuk membangun industri hilirisasi kelapa," ujar Mansyur kepada GoRiau.com di Pekanbaru, Senin (10/12/2018).

Seperti yang diketahui, hilirisasi industri merupakan strategi tepat untuk negara-negara yang mempunyai sumber daya alam berlimpah. 

Sementara itu, solusi lain yang  ialah pendapat dari Anggota DPRD Riau dapil Inhil, Musyaffak Asikin. Ia meminta kepada pemerintah baik daerah maupun pusat agar segera membangun pelabuhan di Indragiri Hilir dalam upaya transportasi kelapa.

Pasalnya, salah seorang pengusaha kelapa di Inhil menyebut salah satu faktor murahnya harga jual kelapa di Inhil disebabkan oleh mahalnya ongkos transportasi kelapa ke produsen.

Musyaffak mengakui, selama masa resesnya ke Inhil, ia mendapatkan keluhan dari masyarakat tentang murahnya harga jual kelapa di daerah tersebut.

"Hari ini kan tidak ada pintu ekspornya, coba hitung berapa biaya transportasi yang harus dibayarkan, andaikan pelabuhan ini dibangun," papar politisi PAN tersebut.

Diceritakan Politisi PAN ini, ia sudah lama memprotes tidak adanya tindaklanjut pembangunan pelabuhan ini, pasalnya kementerian sudah beberapa kali mendatangi Inhil.

"Saya pernah dulu protes. Ini sudah 4 gubernur berganti, hampir setiap tahun selalu bawa menteri, agendanya ditinjau terus," tuturnya.

Sebelumnya, harga kelapa rakyat di Inhil hanya Rp400 - Rp500 per butirnya. Hal ini membuat masyarakat mengeluh dan meminta pemerintah menaikkan harga tersebut. 

Bahkan, puluhan massa yang tergabung dalam Forum Gerakan Pemuda Mahasiswa Indragiri Hilir (Inhil) Pekanbaru (FGPMIP) menuntut pemerintah membuat Peraturan Daerah (Perda) standarisasi harga kelapa dalam aksi demonya pada Rabu (5/12/2018) lalu. ***


wwwwww