Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
Lingkungan
14 jam yang lalu
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
2
Tolak Konser Andrea Bocelli di Jakarta, Dailami Minta Pemerintah Tegas
Hiburan
14 jam yang lalu
Tolak Konser Andrea Bocelli di Jakarta, Dailami Minta Pemerintah Tegas
3
Dinov dan Michelle Pimpin Parade Tim Indonesia di Pembukaan Dakar 2026
Olympic
8 jam yang lalu
Dinov dan Michelle Pimpin Parade Tim Indonesia di Pembukaan Dakar 2026
4
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
Sepakbola
9 jam yang lalu
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
5
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa 'Geruduk' Imigrasi Jakbar
Umum
8 jam yang lalu
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa Geruduk Imigrasi Jakbar
6
Kerapatan Adat Nagai Silaut Perjuangkan Keadilan Status Tanah
Hukum
9 jam yang lalu
Kerapatan Adat Nagai Silaut Perjuangkan Keadilan Status Tanah
Home  /  Berita  /  Badminton

Humas BNPB: Tsunami di Pandeglang dan Lampung Termasuk Langka

Humas BNPB: Tsunami di Pandeglang dan Lampung Termasuk Langka
Sutopo Purwo Nugroho
Minggu, 23 Desember 2018 10:52 WIB
JAKARTA - Setelah simpang siur, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) akhirnya menyatakan gelombang pasang air laut yang menerjang kawasan pesisir Pandeglang, Banten, termasuk daerah Pantai Anyer hingga pantai selatan Lampung pada Sabtu malam (22/12) sebagai tsunami.

BMKG mendeteksi Gunung Anak Krakatau pada Sabtu erupsi hingga empat kali, terakhir pada pukul 21.03 WIB. Erupsi gunung api itu diduga menyebabkan guguran material yang jatuh ke lautan dan akhirnya mengakibatkan gelombang tinggi.

"Tidak ada gejala seismisitas tektonik yang memicu tsunami sehingga setelah tadi berkoordinasi dengan Badan Geologi bahwa diduga akibat erupsi tersebut, baik kemungkinan bisa langsung atau secara tidak langsung memicu terjadinya tsunami," kata Kepala BMKG Dwikorita Karnawati dalam jumpa pers di Kantor BMKG, Jakarta pada Minggu (23/12) dini hari seperti dilansir dari RMOL.co.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho menyatakan fenomena tsunami di Selat Sunda termasuk langka.

"Letusan Gunung Anak Krakatau juga tidak besar. Tremor menerus namun tidak ada frekuensi tinggi yang mencurigakan. Tidak ada gempa yang memicu tsunami saat itu," ujar Sutopo di Jakarta.

Hasil pengamatan ini yang membuat pihak BMKG maupun BNPB tak bisa langsung menyebut peristiwa tersebut sebagai tsunami.

"Itulah sulitnya menentukan penyebab tsunami di awal kejadian," terangnya.

Ia memperkirakan tsunami di Pandeglang dan Lampung disebabkan kombinasi longsor bawah laut pengaruh erupsi Gunung Anak dengan gelombang pasang akibat bulan purnama.

"Mohon maaf jika di twit awal saya menyampaikan bukan tsunami, tapi gelombang pasang. Adanya perubahan dan perbaikan informasi karena sesuai dengan data dan analisis terbaru. Jadi, benar ada tsunami di Selat Sunda. Kita semua mengacu BMKG," tulis Sutopo. ***

Editor:arie rf
Sumber:rmol.co
Kategori:Badminton, Olympic
wwwwww