Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Dinov dan Michelle Pimpin Parade Tim Indonesia di Pembukaan Dakar 2026
Olympic
18 jam yang lalu
Dinov dan Michelle Pimpin Parade Tim Indonesia di Pembukaan Dakar 2026
2
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa 'Geruduk' Imigrasi Jakbar
Umum
18 jam yang lalu
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa Geruduk Imigrasi Jakbar
3
Zlatko Runje Sukses Dampingi Persib Kalahkan Kalteng FC
Sepakbola
18 jam yang lalu
Zlatko Runje Sukses Dampingi Persib Kalahkan Kalteng FC
4
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
Sepakbola
19 jam yang lalu
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
5
Gagal Curi Poin di Bandung, Mundari Karya: Kami Dihukum
Sepakbola
18 jam yang lalu
Gagal Curi Poin di Bandung, Mundari Karya: Kami Dihukum
6
Lewat Single "Cinta Baru", Briana Sukses Buka Perhelatan Jakarta Rocktober 2026
Hiburan
19 jam yang lalu
Lewat Single Cinta Baru, Briana Sukses Buka Perhelatan Jakarta Rocktober 2026
Home  /  Berita  /  Badminton

Ini Kronologi Saat Tsunami Selat Sunda Menerjang Menurut Group Band Seventen

Ini Kronologi Saat Tsunami Selat Sunda Menerjang Menurut Group Band Seventen
Minggu, 23 Desember 2018 12:58 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Pihak manajemen band Seventeen menjabarkan kronologi mereka menjadi korban tsunami Selat Sunda yang terjadi pada Sabtu (22/12) malam.

Mereka menyebut gelombang tinggi datang ketika mereka tengah menyanyikan lagu.

Seventeen tampil di kawasan Tanjung Lesung untuk memeriahkan acara gathering perusahaan PLN. Ketika mereka tampil sekitar pukul 21.30 WIB, arus pasang mendadak muncul.

"Kejadian berlangsung saat baru lagu kedua Seventeen menghibur penonton. Air pasang naik ke permukaan dan menyeret seluruh orang yang ada di lokasi," tulis pernyataan manajemen dalam rilis yang diterima GoNews.co Minggu (23/12).

"Sayangnya saat arusnya surut, anggota kami ada yang bisa menyelamatkan diri sementara sebagian tidak menemukan tempat berpegangan. Posisi panggung tepat membelakangi laut," lanjutnya.

Pihak manajemen juga menyatakan bahwa sebagian dari kru band tersebut menjadi korban jiwa, yaitu pemain bass M Awal Purbani yang kerap disapa Bani, juga road manager Oki Wijaya.

"Adapun keluarga yang belum kami temukan adalah: Herman Sikumbang (gitaris), Andi Windu Darmawan (drum), Ujang (kru), Dylan Sahara (istri Ifan, vokalis)," tulis manajemen.

"Kehilangan Bani dan road manager kami Oki. Andi, ujang (kru) sama Herman belum ditemukan. Doakan juga semoga Dylan istri saya cepat diketemukan. Alhamdulillah yang lain selain itu sudah ditemukan walaupun dalam kondisi luka-luka. Kita ikhlas" kata Ifan dalam pernyataan tersebut.

Pihak manajemen band Seventeen juga mengatakan bahwa saat ini korban bencara dievakuasi ke beberapa klinik dalam radius 2-3 kilometer dari lokasi kejadian.

"Sejak semalam tim SAR sudah diturunkan. Dan tim kami yang selamat belum bisa kemana-mana karena minimnya transportasi," tulis pihak manajemen.

Manajemen pun meminta kepada fan dan netizen tidak menyebarkan foto-foto dari lokasi, serta menyebarkan berita yang belum terkonfirmasi kebenarannya.Selain meminta dukungan doa dari publik, mereka juga mengatakan akan memberikan kabar terkini dari kondisi band pelantun 'Jaga Slalu Hatimu' tersebut.

Band Seventeen dikabarkan menjadi korban tsunami selat sunda saat mereka manggung di kawasan Pantai Carita, Banten, menurut unggahan Rian D'Masiv melalui unggahan di media sosialnya pada Sabtu (22/12) malam dan dilanjutkan dengan unggahan Ifan di media sosialnya. ***

wwwwww