Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Okto Jadi Saksi Sejarah Indonesia Kalahkan Australia di Piala AFC U-23
Olahraga
16 jam yang lalu
Okto Jadi Saksi Sejarah Indonesia Kalahkan Australia di Piala AFC U-23
2
Kalahkan Australia di Piala Asia U 23, Erick Thohir: Luar Biasa Penampilan Indonesia
Olahraga
17 jam yang lalu
Kalahkan Australia di Piala Asia U 23, Erick Thohir: Luar Biasa Penampilan Indonesia
3
Uruguay Jajaki Kerja Sama Jaminan Produk Halal dengan Indonesia
Pemerintahan
13 jam yang lalu
Uruguay Jajaki Kerja Sama Jaminan Produk Halal dengan Indonesia
4
Hadapi Red Sparks, Agustin Wulandari: Kami Akan Berikan Penampilan Terbaik
Olahraga
11 jam yang lalu
Hadapi Red Sparks, Agustin Wulandari: Kami Akan Berikan Penampilan Terbaik
5
HUT ke-94, PSSI Berbagi Kebahagian dengan Legenda Timnas Indonesia
Olahraga
13 jam yang lalu
HUT ke-94, PSSI Berbagi Kebahagian dengan Legenda Timnas Indonesia
6
Billie Eilish Unjuk Kedalaman Emosional di Album Terbaru 'Hit Me Hard and Soft'
Umum
11 jam yang lalu
Billie Eilish Unjuk Kedalaman Emosional di Album Terbaru Hit Me Hard and Soft
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Ini Kronologi Saat Tsunami Selat Sunda Menerjang Menurut Group Band Seventen

Ini Kronologi Saat Tsunami Selat Sunda Menerjang Menurut Group Band Seventen
Minggu, 23 Desember 2018 12:58 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Pihak manajemen band Seventeen menjabarkan kronologi mereka menjadi korban tsunami Selat Sunda yang terjadi pada Sabtu (22/12) malam.

Mereka menyebut gelombang tinggi datang ketika mereka tengah menyanyikan lagu.

Seventeen tampil di kawasan Tanjung Lesung untuk memeriahkan acara gathering perusahaan PLN. Ketika mereka tampil sekitar pukul 21.30 WIB, arus pasang mendadak muncul.

"Kejadian berlangsung saat baru lagu kedua Seventeen menghibur penonton. Air pasang naik ke permukaan dan menyeret seluruh orang yang ada di lokasi," tulis pernyataan manajemen dalam rilis yang diterima GoNews.co Minggu (23/12).

"Sayangnya saat arusnya surut, anggota kami ada yang bisa menyelamatkan diri sementara sebagian tidak menemukan tempat berpegangan. Posisi panggung tepat membelakangi laut," lanjutnya.

Pihak manajemen juga menyatakan bahwa sebagian dari kru band tersebut menjadi korban jiwa, yaitu pemain bass M Awal Purbani yang kerap disapa Bani, juga road manager Oki Wijaya.

"Adapun keluarga yang belum kami temukan adalah: Herman Sikumbang (gitaris), Andi Windu Darmawan (drum), Ujang (kru), Dylan Sahara (istri Ifan, vokalis)," tulis manajemen.

"Kehilangan Bani dan road manager kami Oki. Andi, ujang (kru) sama Herman belum ditemukan. Doakan juga semoga Dylan istri saya cepat diketemukan. Alhamdulillah yang lain selain itu sudah ditemukan walaupun dalam kondisi luka-luka. Kita ikhlas" kata Ifan dalam pernyataan tersebut.

Pihak manajemen band Seventeen juga mengatakan bahwa saat ini korban bencara dievakuasi ke beberapa klinik dalam radius 2-3 kilometer dari lokasi kejadian.

"Sejak semalam tim SAR sudah diturunkan. Dan tim kami yang selamat belum bisa kemana-mana karena minimnya transportasi," tulis pihak manajemen.

Manajemen pun meminta kepada fan dan netizen tidak menyebarkan foto-foto dari lokasi, serta menyebarkan berita yang belum terkonfirmasi kebenarannya.Selain meminta dukungan doa dari publik, mereka juga mengatakan akan memberikan kabar terkini dari kondisi band pelantun 'Jaga Slalu Hatimu' tersebut.

Band Seventeen dikabarkan menjadi korban tsunami selat sunda saat mereka manggung di kawasan Pantai Carita, Banten, menurut unggahan Rian D'Masiv melalui unggahan di media sosialnya pada Sabtu (22/12) malam dan dilanjutkan dengan unggahan Ifan di media sosialnya. ***

wwwwwwhttps://143.198.234.52/sonic77https://159.223.193.153/https://64.23.207.118/http://152.42.220.57/