Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
Hukum
10 jam yang lalu
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
2
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
Beladiri
22 jam yang lalu
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
3
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
KOI
24 jam yang lalu
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
4
Asael Sumbang Medali Kedua buat Indonesia, Airlangga Berikan Apresiasi
Olympic
21 jam yang lalu
Asael Sumbang Medali Kedua buat Indonesia, Airlangga Berikan Apresiasi
5
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
KOI
24 jam yang lalu
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
6
Lawan Melbourne Victory, Persib Incar Tiga Poin Demi Tiket 16 Besar ACL 2
Sepakbola
20 jam yang lalu
Lawan Melbourne Victory, Persib Incar Tiga Poin Demi Tiket 16 Besar ACL 2
Home  /  Berita  /  Badminton

Dinilai Malas, BK DPD RI Berhentikan Sementara Maimanah Umar

Dinilai Malas, BK DPD RI Berhentikan Sementara Maimanah Umar
Maimanah Umar. Dok GoNews.co
Senin, 24 Desember 2018 20:10 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Selain GKR Hemas, Badan Kehormatan (BK) DPD RI menjatuhkan sanksi pemberhentian sementara terhadap dua orang anggotanya. Yak­ni senator asal Riau, Hj Maimanah Umar.

Ia dijatuhi sanksi itu karena dinilai malas dan telah melanggar UU MD3, Tata Tertib DPD RI dan Kode Etik yang berlaku di DPD RI. Pemberhentian keduanya telah disampaikan dalam sidang peripurna, Kamis (20/12) lalu.

Dari keterangan Ketua BK DPD RI Mervin S Komber, Jumat (21/12), Hemas diberhentikan karena sudah lebih 6 kali tidak pernah menghadiri sidang paripurna DPD RI serta sudah melewati tahapan sanksi lainnya.

"Berdasarkan hasil sidang etik dan juga keputusan pleno Badan Kehormatan DPD RI, telah ditemukan data 12 kali secara berturut-turut tidak menghadiri sidang paripurna," kata Mervin.

Senator lain yang menerima sanksi berupa teguran lisan maupun tertulis adalah Maimanah Umar. Sanksi berbeda-beda sesuai tingkat kesalahannya.

Menurut Mervin, BK DPD RI menjatuhkan saksi pemberhentian sementara kepada kedua senator itu karena terbukti telah me­langgar UU MD3, Tata Tertib dan Kode Etik yang berlaku di DPD RI. Sebelumnya, BK sudah pernah memberikan sanksi peringatan lisan dan tertulis namun tidak ada perubahan. 

Dijatuhinya hukuman untuk Maimanah dan Hemas ini diikuti dengan persyaratan pemulihan status sebagai anggota DPD RI. Yaitu berupa permintaan maaf secara lisan dan tertulis di sidang paripurna DPD RI dan juga wajib meminta maaf di media massa lokal dan nasional kepada masyarakat yang diwakilinya.

"Sanksi pemberhentian sementara tidak berlaku untuk Hemas hanya untuk Maimana saja. Sebelumnya senator Bali Arya Wedakarna juga sudah kena sanksi sama, dan beliau menjalani semuanya dan dipulihkan. Jadi berlaku sementara untuk semua," tegas Mervin.

Langkah BK ini seiring de­ngan upaya penertiban anggota DPD agar bisa bekerja maksimal mewakili daerah pemilihannya memperjuangkan aspirasi daerah. BK tidak ingin uang rakyat dan amanah rakyat disia-siakan sehingga bisa menurunkan kepercayaan masyarakat kepada DPD secara kelembagaan.***

wwwwww