Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
16 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
2
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
Metropolitan
14 jam yang lalu
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
3
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
Kemenpora
9 jam yang lalu
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
4
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
Sepakbola
8 jam yang lalu
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
5
Rizky Ridho Sebut TC di Bali Perkuat Kekompakan Timnas Indonesia
Sepakbola
9 jam yang lalu
Rizky Ridho Sebut TC di Bali Perkuat Kekompakan Timnas Indonesia
6
Ivan Mamut Pastikan Kemenangan Persija atas Persebaya
Sepakbola
8 jam yang lalu
Ivan Mamut Pastikan Kemenangan Persija atas Persebaya
Home  /  Berita  /  Badminton

Garbi Anis Matta 'Dicap' Haram, Loyalis: Yang Berhak Beri Fatwa Haram Itu MUI

Garbi Anis Matta Dicap Haram, Loyalis: Yang Berhak Beri Fatwa Haram Itu MUI
Kamis, 17 Januari 2019 14:27 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy

JAKARTA - Loyalis Anis Matta tak menanggapi serius beredarnya spanduk Gerakan Arah Baru Indonesia (Garbi) haram. Mereka malah berkelakar.

"Yang berhak memberikan fatwa halal atau haram kan MUI. Ya nanti kalau diperlukan kita akan urus sertifikat halal," kelakar salah satu inisiator Garbi, Mahfudz Siddiq, kepada wartawan, Kamis (17/1/2019).

Loyalis Anis Matta ini menjelaskan, Garbi adalah ormas yang telah terdaftar secara legal dengan akta pendirian di tiap daerah. Untuk sekretariat pusat masih dalam persiapan. "Secara legal formal, ya, ada akta pendiriannya," katanya.


Soal spanduk yang menuduh ormas besutan eks Presiden PKS Anis Matta sebagai ormas haram itu, Mahfudz mengaku sudah mendengar peredarannya sangat luas beberapa waktu lalu. Namun ia tak mau berspekulasi soal siapa di balik serangan ke Garbi itu.

Mahfudz sedikit bicara soal sikap resistan kepada Garbi. Sejumlah elite PKS yang bergabung Garbi juga dicopot, namun Mahfudz tak mau mengaitkan persoalan itu dengan spanduk penolakan Garbi.

"Saya tidak tahu siapa yang memasang dan kepentingannya apa, saya tidak yakin itu dilakukan teman-teman PKS," katanya.

Sementara pendiri Garbi lainya, yakni Fahri Hamzah, saat dikonfirmasi belum memberikan tanggapan.

Sebelumnya, di Bandung, Garbi diisukan telah mendukung salah satu capres. Namun demikian Politisi sekaligus pendiri Garbi, Fahri Hamzah membantah jika ormasnya itu telah mendeklarasikan diri mendukung pasangan capres-cawapres nomor urut 01, Jokowi-Maruf Amin.

Hal itu menyusul foto yang beredar ada sekumpulan orang yang memakai kaos bertuliskan ‘Jokowi Amin, Indonesia Maju 01’ di depannya, sedangkan di bagian belakang bertuliskan ‘Jokowi Amin, Indonesia Maju 01’, Garbi.

Menurutnya, foto yang beredar di media sosial, tidaklah benar. "Engga (benar),itu hoaks," ucap Fahri di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (16/1/2019).

Wakil Ketua DPR RI itu kemudian menjelaskan bahwa foto tersebut benar merupakan acara yang digagas Garbi Bandung.

Namun, dia menyebut acara tersebut bukanlah acara deklarasi mendukung Jokowi-Maruf Amin. Fahri menyebut acara itu telah disusupi oleh pihak yang tak bertanggung jawab.

Sehingga menimbulkan kesan jika Garbi seolah-olah mendukung capres petahana. "Itu (foto) di Bandung, ada penyusupan. Jadi sudah berakhir acara ada orang datang pake baju kaos begitu di foto dari belakang lalu diumumkan," tegasnya.

"Enggak benar, kita belum pernah secara institusi menyatakan dukungan kepada siapa pun, belum pernah," tutupnya.***

Sumber:Detik.com dan GoNews.co
Kategori:Badminton, Olympic, Beladiri, Voli, Metropolitan, DKI Jakarta
wwwwww