Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
Nasional
24 jam yang lalu
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
2
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
Metropolitan
15 jam yang lalu
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
3
Subsidi Klub Futsal Masih Menunggak, Tirta Lunggana: Kami Sangat Kecewa
Sepakbola
24 jam yang lalu
Subsidi Klub Futsal Masih Menunggak, Tirta Lunggana: Kami Sangat Kecewa
4
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
Metropolitan
7 jam yang lalu
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
5
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
Ekonomi
9 jam yang lalu
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
6
Oscar Bruzon Enggan Jumawa Lawan Java United FC
Sepakbola
24 jam yang lalu
Oscar Bruzon Enggan Jumawa Lawan Java United FC
Home  /  Berita  /  Badminton

Tarik Ulur Pembebasan Baasyir, Fadli Zon Sebut Lebih Heboh dari Kasus Ratna Sarumpaet

Tarik Ulur Pembebasan Baasyir, Fadli Zon Sebut Lebih Heboh dari Kasus Ratna Sarumpaet
Rabu, 23 Januari 2019 20:42 WIB
JAKARTA - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon menilai tarik ulur pembebasan Abu Bakar Baasyir lebih heboh ketimbang kasus hoaks Ratna Sarumpaet.

Kata Fadli, hal itu berpotensi mendapatkan perhatian dari dunia internasional karena sosok Baasyir yang menjadi mastermind bom Bali.

"Menurut saya kehebohan ini jauh lebih dahsyat dari Ratna Sarumpaet yang jauh lebih dahsyat. Malah ini punya dampak ke tingkat international," ujar Fadli di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (23/1/2019).

Lebih lanjut, Fadli menegaskan mesti ada yang bertanggung jawab atas kegaduhan yang terjadi akibat tarik ulur pembebasan pendiri Jamaah Anshorud Daulah (JAD) itu.

"Harus diusut ini, harus ada yang bertanggung jawab," tegasnya.

Baca: Baasyir Batal Bebas, Persiapan Penyambutan di Ponpes Ngruki hingga Tanggapan Keluarga

Menurut Wakil Ketua DPR RI itu, perbedaan pandangan antara presiden dan para menteri kabinet kerja seolah menunjukkan wujud nyata pemerintahan yang tidak profesional.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:tribunews
Kategori:Badminton, Voli, Metropolitan, DKI Jakarta
wwwwww