Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
Umum
20 jam yang lalu
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
2
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
Olympic
15 jam yang lalu
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
3
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
Kemenpora
14 jam yang lalu
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
4
Direktur LBH JARAK Sebut "Genk Solo" Mainkan Issue Diversion
Umum
13 jam yang lalu
Direktur LBH JARAK Sebut Genk Solo Mainkan Issue Diversion
5
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
Ekonomi
18 jam yang lalu
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
6
Massa Turunkan Foto Gibran di DPRD DIY, Guntur Romli Sebut Bukti Kemarahan Rakyat
Umum
20 jam yang lalu
Massa Turunkan Foto Gibran di DPRD DIY, Guntur Romli Sebut Bukti Kemarahan Rakyat
Home  /  Berita  /  Badminton

Soal Anjuran HRS Bikin Partai Perlawanan, MIUMI Jakarta Pilih Kuatkan Partai Islam yang Ada

Soal Anjuran HRS Bikin Partai Perlawanan, MIUMI Jakarta Pilih Kuatkan Partai Islam yang Ada
Konferensi pers MIUMI di kawasan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan pada Selasa (29/01/2019). (dzul/GoNews.co)
Selasa, 29 Januari 2019 17:24 WIB
Penulis: Muhammad Dzulfiqar
JAKARTA - Ketua Komunitas Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) DKI Jakarta, Ustadz Fahmi Salim, menanggapi anjuran Habib Rizieq Shihab soal pembentukan partai perlawanan.

"Soal, partai baru, tidak perlu. Partai Islam yang ada saat ini saja kita kuatkan, kita maksimalkan," kata Fahmi kepada GoNews.Co, Selasa (29/01/2019).

Namun Fahmi, tetap mendukung maklumat HRS yang viral pada Senin (28/01/2019) kemarin. Menurut Fahmi, maklumat tersebut menjadi cerminan konsistensi HRS dalam perjuangan politik sebagian besar umat islam di Indonesia yang kemudian dituangkan dalam pakta integritas di Ijtima Ulama II dimana parpol-parpol oposisi turut hadir.

"Sebab kita juga dari awal konsisten untuk tidak mendukung Parpol pendukung penista agama," kata Fahmi.

Ia menambahkan, "Ijtima ulama II PBB juga kan hadir, kalau kemudian PBB mendukung 01, berarti, mengingkari Ijtima".

Seperti diketahui, pada Senin (28/01/2019), HRS mengirim maklumat untuk umat islam yang berada di garis komandonya agar meninggalkan PBB karena keberpihakan PBB pada Capres petahana dalam Pilpres 2019. HRS, bahkan menganjurkan untuk dibentuk sebuah partai perlawanan. ***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:DKI Jakarta, Metropolitan, Voli, Olympic, Badminton
wwwwww