Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Gagasan Kehadiran Staf Khusus Presiden Bidang Keolahragaan Memperkuat Ekosistem Olahraga
Nasional
22 jam yang lalu
Gagasan Kehadiran Staf Khusus Presiden Bidang Keolahragaan Memperkuat Ekosistem Olahraga
2
Zlatko Runje Gantikan Igor Tolic Saat Jamu Kalteng FC
Sepakbola
20 jam yang lalu
Zlatko Runje Gantikan Igor Tolic Saat Jamu Kalteng FC
3
Mengenal Diri Bukan Mendiagnosis Diri, Pesan Fanny Ghassani dan Samanta Clara di IYS 2026
Kemenpora
23 jam yang lalu
Mengenal Diri Bukan Mendiagnosis Diri, Pesan Fanny Ghassani dan Samanta Clara di IYS 2026
4
Menpora Erick Serahkan Penghargaan Pemenang di IYS 2026
Kemenpora
23 jam yang lalu
Menpora Erick Serahkan Penghargaan Pemenang di IYS 2026
5
Pengprov MPI DKI Jakarta Siap Sukseskan PON Pantai 2026
DKI Jakarta
22 jam yang lalu
Pengprov MPI DKI Jakarta Siap Sukseskan PON Pantai 2026
6
STY Pastikan Motivasi Persija Jakarta Tetap Terjaga
Sepakbola
22 jam yang lalu
STY Pastikan Motivasi Persija Jakarta Tetap Terjaga
Home  /  Berita  /  Badminton

Bamsoet Gundah, KPU Diminta Mikir lagi Soal Rencana Pajang Foto Caleg eks Koruptor

Bamsoet Gundah, KPU Diminta Mikir lagi Soal Rencana Pajang Foto Caleg eks Koruptor
Kamis, 31 Januari 2019 13:17 WIB
JAKARTA - Komisi Pemilihan Umum (KPU) baru saja merilis 49 nama Calon Legislatif (Caleg) mantan terpidana kasus korupsi. Data ini dianggap penting diketahui publik, terutama untuk pertimbangan memilih calon wakilnya di parlemen.

Menanggapi itu, Ketua DPR Bambang Soesatyo mengaku tak mempermasalahkan langlah KPU. Menurutnya, pembahasan mantan koruptor masuk daftar caleg tetap sudah dilakukan begitu lama. Keputusan akhirnya memang membolehkan mantan koruptor menjadi wakil rakyat.

"KPU sudah mempublikasikan dan menetapkan bahwa mantan napi korupsi itu tidak bisa atau sekurangnya namanya akan diumumkan. Itu sah-sah saja," ujar politikus Golkar yang akrab disapa Bamsoet itu di komplek DPR RI Senayan, Jakarta, Kamis (31/1). 

Ia mengatakan, jika ada yang merasa dirugikan oleh KPU, dia mempersilakan menempuh jalur hukum. Supaya segala permasalahan yang ada selesai dengan baik melalui jalur konstitusi.

"Ada peluang juga bagi para pihak yang dirugikan untuk melakukan langkah hukum jika dimungkinkan, tapi kami serahkan pada pihak-pihak yang dirugikan untuk mengkaji hukum," imbuhnya.

Di sisi lain, terkait ada wacana pemasangan foto caleg mantan koruptor di bilik suara, Bamsoet sepertinya Bamsoet sedikit gundah. Ia meminta KPU untuk mempertimbangkan urgensinya terlebih dahulu. Sehingga aturan yang dibuat bisa memberikan dampak positif bagi penyelenggaraan pemilu.

"Kalau ada wacana fotonya akan dipasang di bilik suara, kami persilakan KPU untuk pertimbangkan kembali urgensinya. Karena Dari berbagai literature dan medsos sesungguhnya para caleg itu kan sudah diketahui profilnya oleh masyarakat," pungkasnya.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:jawapos.com
Kategori:DKI Jakarta, Metropolitan, Voli, Olympic, PON, Badminton
wwwwww