Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ubed Akui Waktu Mepet dan Richie Ingin Hasil Terbaik
Badminton
19 jam yang lalu
Ubed Akui Waktu Mepet dan Richie Ingin Hasil Terbaik
2
Asael, Michelelle, dan Miftaqul Masih Berada di Jalur Positif
Olympic
20 jam yang lalu
Asael, Michelelle, dan Miftaqul Masih Berada di Jalur Positif
3
Seragam Kontingen Indonesia Hasil Kolaborasi Sarinah dan Mills Menggandeng Brand Lokal
Olympic
20 jam yang lalu
Seragam Kontingen Indonesia Hasil Kolaborasi Sarinah dan Mills Menggandeng Brand Lokal
4
Senator Dailami: Polri Bersama Masyarakat Jangan Hanya Slogan
Hukum
19 jam yang lalu
Senator Dailami: Polri Bersama Masyarakat Jangan Hanya Slogan
5
BMKG Prakirakan Sebagian Jabodetabek Berpotensi Hujan Ringan pada Sore Hari Ini
Metropolitan
10 jam yang lalu
BMKG Prakirakan Sebagian Jabodetabek Berpotensi Hujan Ringan pada Sore Hari Ini
6
MA Batalkan Suket Gibran, Mulyanto Minta DPR Segera Bentuk Pansus
Nasional
20 jam yang lalu
MA Batalkan Suket Gibran, Mulyanto Minta DPR Segera Bentuk Pansus
Home  /  Berita  /  Badminton

Pertempuran Politik Tanpa Big Data ala Kubu Petahana

Pertempuran Politik Tanpa Big Data ala Kubu Petahana
Selasa, 05 Februari 2019 13:35 WIB
Penulis: Muhammad Dzulfiqar

JAKARTA - Juru bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin, Ace Hasan Syadzily memastikan pihaknya tidak menggunakan Big Data dalam pertarungan politik Pemilu Serentak 2019.

"Nggak lah kita gak pakai Big Data," kata Ace saat dihubungi GoNews.co, Selasa (05/02/2019).

Ace yang juga menjabat sebagai Pimpinan Komisi VIII DPR RI saat ini menjelaskan, TKN lebih mengandalkan pergerakan nyata di akar rumput dan lebih relatif mudah dalam berkampanye karena jejak kerja Calon Presiden (Capres) usungannya, yakni sang petahana Joko Widodo yang masih segar di benak publik. Sehingga, soal peran kosultan politik pun tak begitu krusial.

"Kita bergerak organik aja begitu ya. Menyampaikan apa-apa yang sudah dicapai oleh Pak Jokowi, begitu. (Soal-red) konsultan, ya paling kita hire lembaga-lembaga survey untuk cek data lapangan, begitu," tutur Ace.

Karenanya, Ace yang kini mencalonkan diri sebagai Caleg DPR RI dapil Jawa Barat III ini, mengaku optimis bahwa perolehan suara di Jawa Barat bisa dioptimalkan.

Pengakuan Ace soal pertempuran politik TKN tanpa pemanfaatan Big Data dan Konsultan Asing ini, menegaskan bahwa pihaknya berpolitik ala lokal. Tapi Ace, juga enggan jika model politik kubunya disebut, ala Bojong Koneng.

"Nggak lah, justru kita jangan pakai istilah itu. Itu kan yang pertama kali melontarkan itu Dahnil kan. Coba dicek!" demikian Ace.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Badminton, PON, Metropolitan, DKI Jakarta
wwwwww