Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Catatan Kritis Anis Byarwati Tentang Omnibus Law
DPR RI
22 jam yang lalu
Catatan Kritis Anis Byarwati Tentang Omnibus Law
2
Koperasi dan UMKM Jadi Penyelamat Resesi Ekonomi Kata Fahri Hamzah
Ekonomi
22 jam yang lalu
Koperasi dan UMKM Jadi Penyelamat Resesi Ekonomi Kata Fahri Hamzah
3
HNW: Sidang Tahunan Bukti MPR Taat Aturan
MPR RI
22 jam yang lalu
HNW: Sidang Tahunan Bukti MPR Taat Aturan
4
MPR Akan Gelar Sidang Tahunan Dengan Protokol Kesehatan
MPR RI
22 jam yang lalu
MPR Akan Gelar Sidang Tahunan Dengan Protokol Kesehatan
5
Sidang Tahunan MPR RI, Fadel Muhammad: Pidato Presiden Harus Beri Harapan
MPR RI
21 jam yang lalu
Sidang Tahunan MPR RI, Fadel Muhammad: Pidato Presiden Harus Beri Harapan
6
Asphija Akui 'Ngemis Sana-Sini' Perjuangkan Nasib Pekerja Industri Hiburan
Ekonomi
19 jam yang lalu
Asphija Akui Ngemis Sana-Sini Perjuangkan Nasib Pekerja Industri Hiburan
Home  /  Berita  /  GoNews Group

PSI Harus Belajar Etika Poltik dan Sadar Jokowi Berasal dari Mana

PSI Harus Belajar Etika Poltik dan Sadar Jokowi Berasal dari Mana
Rabu, 13 Februari 2019 20:47 WIB
JAKARTA -  Konflik Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dengan PDI Perjuangan semakin menjadi-jadi.

Berawal dari pernyataan pers Sekjen PSI, Raja Juli Antoni. Raja mengungkapkan harapannya agar Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok bisa menularkan semangat bersih, transparan dan profesional ke PDIP setelah memutuskan bergabung dengan partai binaan Megawati Soekarnoputri itu.

Politikus PDIP di DPR RI, Rahmat Nasution Hamka, meminta Sekjen PSI untuk lebih sopan dalam bertutur kata dan mempelajari lagi etika politik.

"Kepada Raja Juli saya minta untuk lebih sopan lagi. Belajarlah etika politik lagi yang baik. Sebagai partai baru, jangan hanya mencari pencitraan," ucap Rahmat saat diwawancara di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (13/2).

Politikus asal Kalimantan Tengah itu menduga Raja Juli hanya melihat sebagian anggota PDIP yang tersangkut kasus korupsi. Sementara masih banyak kader terbaik PDIP di seluruh Indonesia yang mengabdikan diri untuk bangsa.

"Sebut saja Pak Jokowi. Dia (PSI) lupa orang yang mereka dukung itu berasal dari mana. Pak Jokowi adalah murni kader yang berasal dari rahim PDIP," tegasnya.

Rahmat meminta PSI untuk tidak mudah menghakimi partai lain tidak bersih.

"Buat PSI, jangan berburuk sangka, jangan suudzon, belajarlah etika politik yang baik," jelas anggota Komisi V DPR RI ini.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:Rmol.co
Kategori:GoNews Group, Peristiwa, Pemerintahan, Politik, DKI Jakarta

wwwwww