Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Nono Sampono: Indonesia Harus Waspadai Perkembangan Strategi Kawasan Asia-Pasifik
Pemerintahan
21 jam yang lalu
Nono Sampono: Indonesia Harus Waspadai Perkembangan Strategi Kawasan Asia-Pasifik
2
BAP DPD RI Kembali Lanjutkan Mediasi Dugaan Maladministrasi Bupati Jember
Politik
20 jam yang lalu
BAP DPD RI Kembali Lanjutkan Mediasi Dugaan Maladministrasi Bupati Jember
3
Revisi UU Pemilu, 'Ada Penumpang' di Ambang Batas Parlemen
DPR RI
22 jam yang lalu
Revisi UU Pemilu, Ada Penumpang di Ambang Batas Parlemen
4
Supaya Tak Bergantung dari China, Wakil Ketua DPD: Kita harus jadi Produsen
Politik
20 jam yang lalu
Supaya Tak Bergantung dari China, Wakil Ketua DPD: Kita harus jadi Produsen
5
Berangkatkan 43 Ribu PMI, BP2MI Masih Koordinasi dengan Kemenaker dan Gugus Tugas Covid-19
Ekonomi
20 jam yang lalu
Berangkatkan 43 Ribu PMI, BP2MI Masih Koordinasi dengan Kemenaker dan Gugus Tugas Covid-19
6
Pemain Persib Bandung Negatif Covid 19 dari Hasil Swab
Sepakbola
20 jam yang lalu
Pemain Persib Bandung Negatif Covid 19 dari Hasil Swab
Home  /  Berita  /  GoNews Group

PSI Harus Belajar Etika Poltik dan Sadar Jokowi Berasal dari Mana

PSI Harus Belajar Etika Poltik dan Sadar Jokowi Berasal dari Mana
Rabu, 13 Februari 2019 20:47 WIB
JAKARTA -  Konflik Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dengan PDI Perjuangan semakin menjadi-jadi.

Berawal dari pernyataan pers Sekjen PSI, Raja Juli Antoni. Raja mengungkapkan harapannya agar Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok bisa menularkan semangat bersih, transparan dan profesional ke PDIP setelah memutuskan bergabung dengan partai binaan Megawati Soekarnoputri itu.

Politikus PDIP di DPR RI, Rahmat Nasution Hamka, meminta Sekjen PSI untuk lebih sopan dalam bertutur kata dan mempelajari lagi etika politik.

"Kepada Raja Juli saya minta untuk lebih sopan lagi. Belajarlah etika politik lagi yang baik. Sebagai partai baru, jangan hanya mencari pencitraan," ucap Rahmat saat diwawancara di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (13/2).

Politikus asal Kalimantan Tengah itu menduga Raja Juli hanya melihat sebagian anggota PDIP yang tersangkut kasus korupsi. Sementara masih banyak kader terbaik PDIP di seluruh Indonesia yang mengabdikan diri untuk bangsa.

"Sebut saja Pak Jokowi. Dia (PSI) lupa orang yang mereka dukung itu berasal dari mana. Pak Jokowi adalah murni kader yang berasal dari rahim PDIP," tegasnya.

Rahmat meminta PSI untuk tidak mudah menghakimi partai lain tidak bersih.

"Buat PSI, jangan berburuk sangka, jangan suudzon, belajarlah etika politik yang baik," jelas anggota Komisi V DPR RI ini.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:Rmol.co
Kategori:GoNews Group, Peristiwa, Pemerintahan, Politik, DKI Jakarta

wwwwww