Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Syarief Hasan Ajak Masyarakat Teladani Dua Prajurit TNI AL yang Relakan Gaji dan THR untuk Beli Sembako
MPR RI
23 jam yang lalu
Syarief Hasan Ajak Masyarakat Teladani Dua Prajurit TNI AL yang Relakan Gaji dan THR untuk Beli Sembako
2
Mahfuz: Gelora Indonesia Partai Terbuka dan Kekuatan Politik Baru
Politik
15 jam yang lalu
Mahfuz: Gelora Indonesia Partai Terbuka dan Kekuatan Politik Baru
3
Sepasang PNS yang Pingsan Bugil dalam Kijang Innova Ternyata Pejabat Dinas Pendidikan
Peristiwa
14 jam yang lalu
Sepasang PNS yang Pingsan Bugil dalam Kijang Innova Ternyata Pejabat Dinas Pendidikan
4
Istri Polisi Sekap dan Aniaya Bidan dalam Poskesdes, Korban Harus Dirawat di Rumah Sakit
Peristiwa
15 jam yang lalu
Istri Polisi Sekap dan Aniaya Bidan dalam Poskesdes, Korban Harus Dirawat di Rumah Sakit
5
Pasien Positif Covid-19 ke-118 di Riau Ternyata Warga Kepri, Saat Ini Dirawat di RSUD Arifin Achmad
Kesehatan
5 jam yang lalu
Pasien Positif Covid-19 ke-118 di Riau Ternyata Warga Kepri, Saat Ini Dirawat di RSUD Arifin Achmad
6
Ki Gendeng Pamungkas Meninggal Dunia Akibat Komplikasi Diabetes dan Jantung
Umum
3 jam yang lalu
Ki Gendeng Pamungkas Meninggal Dunia Akibat Komplikasi Diabetes dan Jantung
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Antar Anak ke Sekolah, IRT di Pelalawan Tewas Dibunuh, Anak Melihat Ibunya Dipukul

Antar Anak ke Sekolah, IRT di Pelalawan Tewas Dibunuh, Anak Melihat Ibunya Dipukul
Korban saat dievakuasi.
Rabu, 20 Februari 2019 13:50 WIB
Penulis: Farikhin
PANGKALAN KERINCI - Di areal PT CDSL Blok A, Kelurahan Bandar Sei Kijang, Kabupaten Pelalawan, Lerita (40) seorang ibu rumah tangga (IRT) ditemukan tewas, Selasa (19/2/2019) pagi.

Korban berhasil ditemukan warga dalam kanal berisi air sedalam 30 cm dengan kondisi tertelungkup dan sudah meninggal dunia. Ibu rumah tangga ini mengalami luka bekas cekikan pada leher dan dagu.

Kapolsek Bandar Sei Kijang, AKP Yusuf Purba, Rabu (20/2/2019) mengungkapkan, awalnya korban pergi untuk mengantarkan anaknya pergi ke sekolah di SDN 001 Bandar Sei Kijang.

"Korban berboncengan dengan anaknya menggunakan sepeda motor Yamaha Vixion dengan nomor polisi BM 2524 FE," ungkapnya.

Lanjut Kapolsek, tak lama kemudian anak korban pulang ke rumah yang berjarak 1 Km dari lokasi kejadian dengan diantar warga. "Anak korban kemudian menceritakan kepada ayahnya bahwa ibunya jatuh dipukul orang," jelasnya.

Dijelaskan Kapolsek lagi, suami korban kemudian mendatangi lokasi kejadian dan mendapati sepeda motor yangbdigunakan korban dalam kondisi rebah di pinggir kanal, namun korban blm ditemukan. Suami korban bersama warga berupaya melakukan pencarian terhadap korban.

"Setelah dilakukan pencarian selama 1 Jam akhirnya korban berhasil ditemukan warga di dalam kanal berisi air sedalam 30 cm dengan kondisi terelungkup dan sudah meninggal dunia," terangnya.

Kapolsek mengatakan, menurut keterangan suami korban, saat pergi korban membawa sejumlah uang dan ponsel. "Barang-barang inilah yang dibawa pelaku," pungkasnya, kepada GoRiau.*


wwwwww