Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jokowi Hadir di Sidang PN Jaktim, Bawa Ijazah Asli UGM Patahkan Tudingan Roy Suryo
Hukum
11 jam yang lalu
Jokowi Hadir di Sidang PN Jaktim, Bawa Ijazah Asli UGM Patahkan Tudingan Roy Suryo
2
Iwan Bule Dukung Kapolri Suyudi Usut Tuntas Kasus Penyadapan Presiden Prabowo
Hukum
13 jam yang lalu
Iwan Bule Dukung Kapolri Suyudi Usut Tuntas Kasus Penyadapan Presiden Prabowo
3
NOC Indonesia Perkuat Kolaborasi dengan ITTF, IPL Siap Gelar WTT Youth 2027 di Bali
KOI
12 jam yang lalu
NOC Indonesia Perkuat Kolaborasi dengan ITTF, IPL Siap Gelar WTT Youth 2027 di Bali
4
Naskah UU Ketenagakerjaan Tak Jelas, Serikat Pekerja Peringatkan Ancaman Perselisihan Hubungan Industrial
Umum
9 jam yang lalu
Naskah UU Ketenagakerjaan Tak Jelas, Serikat Pekerja Peringatkan Ancaman Perselisihan Hubungan Industrial
5
BPS Umumkan Angka Pengangguran Terbaru, Sektor Pertanian dan Perdagangan Jadi Penyelamat Tenaga Kerja Nasional
Umum
9 jam yang lalu
BPS Umumkan Angka Pengangguran Terbaru, Sektor Pertanian dan Perdagangan Jadi Penyelamat Tenaga Kerja Nasional
6
‎Adi Kurnia Setiadi: Bongkar Tuntas Penyadapan Ilegal Presiden Prabowo
Hukum
10 jam yang lalu
‎Adi Kurnia Setiadi: Bongkar Tuntas Penyadapan Ilegal Presiden Prabowo
Home  /  Berita  /  Badminton

Dimulai dari Seragam PNS, Dekranasda Sulsel Ingin Kembalikan Kejayaan Kain Tenun dan Songket

Dimulai dari Seragam PNS, Dekranasda Sulsel Ingin Kembalikan Kejayaan Kain Tenun dan Songket
Ibu Sekda Provinsi Selatan, Enny Azhari saat menerima para desainer di Gedung Gubernuran. (GoNews.co/Muslikhin)
Kamis, 28 Februari 2019 12:01 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
MAKASSAR - Ketua Dewan Kerajinan Nasional (Dekranasda) Sulsel yang juga Ketua Tim Penggerak PKK Sulawesi Selatan, Liestiaty F Nurdin tampaknya serius untuk kembali mengangkat kejayaan kain khas Sulawesi Selatan.

Bahkan, untuk memenuhi ambisi mengembalikan kearifan lokal kain tenun dan songket, Dekranasda juga menggandeng para desainer ternama seperti Anna Mariana di Bali.

Hal ini diungkapkan Isteri Sekdaprov Sulsel, Enny Agutina Azhari saat mewakili Ketua Dekranasda Sulawesi Selatan, Liestiaty F Nurdin yang menerima rombongan Komunitas Desainer Ethnick Indonesia (KDEI), Kamis (28/2/2019) di Gedung Gubernur.

Menurut Enny, di Sulawesi Selatan sejak lama sudah memiliki banyak jenis songket. Misalnya dari Bone, Toraja, Bulukumba. Wastra tradisi tersebut memiliki ciri khas etnik yang berbeda dan khas. 

"Dengan adanya kerja sama pembuatan tenun dan songket Bali Magis, kami sangat berharap para pengrajin kami di Sulawesi Selatan bisa lebih berkembang," ujarnya kepada GoNews.co.

Bahkan kata Enny, istri Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah sudah mencanangkan lahirnya hari menggunakan baju nasional di saat kerja. Hal ini dilakukan kata dia, bentuk dari upaya meningkatkan citra dan memasarkan tenun dan songket.

"Kan selama ini dalam seminggu ada hari penggunaan baju batik, jadi melalui aturan baru Ibu Gubernur, dalam satu hari kerja para pegawai berpakaian khas daerah sulawesi selatan," tandasnya.

Dengan demikian kata dia, secara otomatis membantu dan sekaligus mempromosikan karya tenun dan songket kita, dan membantu  pengrajin di Sulawesi Selatan.

Sebelumnya kata Enny, Ketua Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) Mufidah Jusuf Kalla juga telah melakukan Soft Launching Balimagista, pada tahun 2018 lalu di Hotel foutlr points by Sheraton.

"Jadi Balimagista ini adalah merupakan kain tenun dan songket dengan desain perpaduan Bali Makassar, Bugis, dan Tana Toraja (Balimagista).

Saat Launching lanjut Enny juga dilaksanakan fashion show pakaian-pakaian Balimagista.

"Waktu itu, ibu Mufidah sangat mendukung langkah kita dalam mempromosikan kain khas daerah, khususnya tenun di Sulsel," tandasnya.

Hanya saja kata Enny, khusus kain tenun dan Songket, saat ini pihaknya masih terkendala bahan baku.

Untuk itu, pihaknya saat ini juga menggandeng Dinas terkait untuk mencoba budidaya ulat sutera.

"Saat ini kita sedang mengembangkan budidaya ulat sutera di daerah Sengkang Wajo. Ada beberapa hektare lahan yang kita sediakan disana," ujarnya.

Kepada KDEI, Enny juga berharap agar bisa bekerjasama khususnya dalam pengadaan bahan baku benang, serta bisa sama-sama membantu para pengrajin di Sulsel. "Iya KDEI kan pusatnya di Jakarta, dan kami berharap melalui beliau-beliau ini, bisa membantu agar harga benang di Makassar bisa sama dengan harga di DKI," pungkasnya.

Hadir dalam pertemuan tersebut, sejumlah Desainer Ibu Kota, seperti Dimas Mahendra, Raizal Boyoenq Raiz dan Yus Oktavia serta beberapa desiner dari Sulawesi Selatan.

Kedatangan para desainer tersebut, adalah dalam rangka untuk mengisi event "Sulawesi Islamic Fashion Week 2019" di Kota Parepare. ***

wwwwww