Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Sebagian PNS Akan Dipindahkan ke Desa, Ini Kriterianya
Nasional
20 jam yang lalu
Sebagian PNS Akan Dipindahkan ke Desa, Ini Kriterianya
2
Pengungkapan Asal Mula Covid-19: "Saya bisa Menghilang Kapan Saja"
Kesehatan
22 jam yang lalu
Pengungkapan Asal Mula Covid-19: Saya bisa Menghilang Kapan Saja
3
Mendagri Tekankan Disiplin Protokol Kesehatan pada Persiapan Pembelajaran Tatap Muka
Pemerintahan
23 jam yang lalu
Mendagri Tekankan Disiplin Protokol Kesehatan pada Persiapan Pembelajaran Tatap Muka
4
Padat Karya Kemendes PDTT Sasar 5 Juta Pekerja Desa
Pemerintahan
22 jam yang lalu
Padat Karya Kemendes PDTT Sasar 5 Juta Pekerja Desa
5
Cyber Indonesia Laporkan Anji ke Polisi
Hukum
21 jam yang lalu
Cyber Indonesia Laporkan Anji ke Polisi
6
Kisah Mualaf Wilfred Hoffman, Publikasikan Buku Menggegerkan Saat Jadi Dubes Jerman di Maroko
Umum
21 jam yang lalu
Kisah Mualaf Wilfred Hoffman, Publikasikan Buku Menggegerkan Saat Jadi Dubes Jerman di Maroko
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Dimulai dari Seragam PNS, Dekranasda Sulsel Ingin Kembalikan Kejayaan Kain Tenun dan Songket

Dimulai dari Seragam PNS, Dekranasda Sulsel Ingin Kembalikan Kejayaan Kain Tenun dan Songket
Ibu Sekda Provinsi Selatan, Enny Azhari saat menerima para desainer di Gedung Gubernuran. (GoNews.co/Muslikhin)
Kamis, 28 Februari 2019 12:01 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
MAKASSAR - Ketua Dewan Kerajinan Nasional (Dekranasda) Sulsel yang juga Ketua Tim Penggerak PKK Sulawesi Selatan, Liestiaty F Nurdin tampaknya serius untuk kembali mengangkat kejayaan kain khas Sulawesi Selatan.

Bahkan, untuk memenuhi ambisi mengembalikan kearifan lokal kain tenun dan songket, Dekranasda juga menggandeng para desainer ternama seperti Anna Mariana di Bali.

Hal ini diungkapkan Isteri Sekdaprov Sulsel, Enny Agutina Azhari saat mewakili Ketua Dekranasda Sulawesi Selatan, Liestiaty F Nurdin yang menerima rombongan Komunitas Desainer Ethnick Indonesia (KDEI), Kamis (28/2/2019) di Gedung Gubernur.

Menurut Enny, di Sulawesi Selatan sejak lama sudah memiliki banyak jenis songket. Misalnya dari Bone, Toraja, Bulukumba. Wastra tradisi tersebut memiliki ciri khas etnik yang berbeda dan khas. 

"Dengan adanya kerja sama pembuatan tenun dan songket Bali Magis, kami sangat berharap para pengrajin kami di Sulawesi Selatan bisa lebih berkembang," ujarnya kepada GoNews.co.

Bahkan kata Enny, istri Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah sudah mencanangkan lahirnya hari menggunakan baju nasional di saat kerja. Hal ini dilakukan kata dia, bentuk dari upaya meningkatkan citra dan memasarkan tenun dan songket.

"Kan selama ini dalam seminggu ada hari penggunaan baju batik, jadi melalui aturan baru Ibu Gubernur, dalam satu hari kerja para pegawai berpakaian khas daerah sulawesi selatan," tandasnya.

Dengan demikian kata dia, secara otomatis membantu dan sekaligus mempromosikan karya tenun dan songket kita, dan membantu  pengrajin di Sulawesi Selatan.

Sebelumnya kata Enny, Ketua Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) Mufidah Jusuf Kalla juga telah melakukan Soft Launching Balimagista, pada tahun 2018 lalu di Hotel foutlr points by Sheraton.

"Jadi Balimagista ini adalah merupakan kain tenun dan songket dengan desain perpaduan Bali Makassar, Bugis, dan Tana Toraja (Balimagista).

Saat Launching lanjut Enny juga dilaksanakan fashion show pakaian-pakaian Balimagista.

"Waktu itu, ibu Mufidah sangat mendukung langkah kita dalam mempromosikan kain khas daerah, khususnya tenun di Sulsel," tandasnya.

Hanya saja kata Enny, khusus kain tenun dan Songket, saat ini pihaknya masih terkendala bahan baku.

Untuk itu, pihaknya saat ini juga menggandeng Dinas terkait untuk mencoba budidaya ulat sutera.

"Saat ini kita sedang mengembangkan budidaya ulat sutera di daerah Sengkang Wajo. Ada beberapa hektare lahan yang kita sediakan disana," ujarnya.

Kepada KDEI, Enny juga berharap agar bisa bekerjasama khususnya dalam pengadaan bahan baku benang, serta bisa sama-sama membantu para pengrajin di Sulsel. "Iya KDEI kan pusatnya di Jakarta, dan kami berharap melalui beliau-beliau ini, bisa membantu agar harga benang di Makassar bisa sama dengan harga di DKI," pungkasnya.

Hadir dalam pertemuan tersebut, sejumlah Desainer Ibu Kota, seperti Dimas Mahendra, Raizal Boyoenq Raiz dan Yus Oktavia serta beberapa desiner dari Sulawesi Selatan.

Kedatangan para desainer tersebut, adalah dalam rangka untuk mengisi event "Sulawesi Islamic Fashion Week 2019" di Kota Parepare. ***


wwwwww