Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Nono Sampono: Indonesia Harus Waspadai Perkembangan Strategi Kawasan Asia-Pasifik
Pemerintahan
21 jam yang lalu
Nono Sampono: Indonesia Harus Waspadai Perkembangan Strategi Kawasan Asia-Pasifik
2
BAP DPD RI Kembali Lanjutkan Mediasi Dugaan Maladministrasi Bupati Jember
Politik
20 jam yang lalu
BAP DPD RI Kembali Lanjutkan Mediasi Dugaan Maladministrasi Bupati Jember
3
Revisi UU Pemilu, 'Ada Penumpang' di Ambang Batas Parlemen
DPR RI
22 jam yang lalu
Revisi UU Pemilu, Ada Penumpang di Ambang Batas Parlemen
4
Supaya Tak Bergantung dari China, Wakil Ketua DPD: Kita harus jadi Produsen
Politik
20 jam yang lalu
Supaya Tak Bergantung dari China, Wakil Ketua DPD: Kita harus jadi Produsen
5
Berangkatkan 43 Ribu PMI, BP2MI Masih Koordinasi dengan Kemenaker dan Gugus Tugas Covid-19
Ekonomi
20 jam yang lalu
Berangkatkan 43 Ribu PMI, BP2MI Masih Koordinasi dengan Kemenaker dan Gugus Tugas Covid-19
6
Pemain Persib Bandung Negatif Covid 19 dari Hasil Swab
Sepakbola
21 jam yang lalu
Pemain Persib Bandung Negatif Covid 19 dari Hasil Swab
Home  /  Berita  /  GoNews Group

TNI AL Gagalkan Penyeludupan Puluhan Ribu Baby Lobster

TNI AL Gagalkan Penyeludupan Puluhan Ribu Baby Lobster
Jum'at, 01 Maret 2019 22:41 WIB
Penulis: Azhari Nasution
LOMBOK - TNI Angkatan Laut dari Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Mataram mencatat prestasi dengan menggagalkan upaya penyelundupan puluhan ribu ekor Baby Lobster di Pelabuhan Lembar Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, Rabu, 27 Februari. Komandan Lanal Mataram Kolonel Laut (P) Ludi Muharjo mengatakan Baby Lobster yang coba diselundupkan sejumlah 10.250 ekor, ditaksir senilai Rp1,5 miliiar.

Keberhasilan ini berawal dari informasi yang didapat sebelumnya bahwa akan ada penyelundupan Baby Lobster melalui penyeberangan ferry yang akan dikirim menuju Pulau Bali. Berdasarkan informasi tersebut Danlanal Mataram kemudian memerintahkan jajarannya agar memperketat penjagaan di pintu masuk Pelabuhan Lembar. Saat di lokasi Anggota TNI AL Lanal Mataram yang sedang bertugas mencurigai adanya penumpang yang akan menyeberang dengan menaiki truk tanpa membeli tiket penyeberangan.

Atas kecurigaan itu, maka dilaksanakan pengejaran terhadap penumpang tersebut. Saat dilakukan pengejaran, penumpang yang dicurigai itu kemudian bergegas melarikan diri serta membuang tas ransel berwarna hitam. Setelah diadakan pemeriksaan oleh anggota TNI AL bersama petugas Karantina Ikan dan KP3 Lembar, tas ransel hitam tersebut ternyata berisikan Baby Lobster sebanyak 21 kantong berisikan sekitar 250 ekor di setiap kantongnya.

Selanjutnya usai pemeriksaan, seluruh aparat yang yang berjaga melaksanakan penyisiran di lokasi pelabuhan dan berhasil menemukan lagi satu tas ransel berwarna merah di kamar mandi pelabuhan yang berisi 20 kantong Baby Lobster. Dari pemeriksaan melalui CCTV yang berada di lokasi pelabuhan, diduga pelaku berjumlah dua orang yang saat ini masih dalam proses pengejaran.

Ditambahkan oleh Danlanal bahwa, dari informasi yang berhasil diperoleh Baby Lobster tersebut akan dibawa dan dibudidayakan di luar negeri.

Saat ini, puluhan ribu Baby Lobster tersebut telah dilepas kembali ke habitatnya di pantai Kadinan, Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat. Pelepasan dilakukan Danlanal Mataram, bersama dengan pihak Karantina Ikan dan KP3 Pelabuhan Lembar. ***


wwwwww