Survei LKPI: Elektabilitas Prabowo-Sandi Naik 58,1 Persen, Jokowi-Amin Keok

Survei LKPI: Elektabilitas Prabowo-Sandi Naik 58,1 Persen, Jokowi-Amin Keok
Jum'at, 05 April 2019 16:19 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Paslon Capres dan Cawapres 01, Jokowi-Ma'ruf Amin diprediksi keok pada Pilpres 17 April 2019 mendatang.

Pasalnya, pasangan ini menurut survei terbaru Lembaga Kajian Pemilu Indonesia (LKPI), kalah telak dengan paslon penantang yakni Prabowo-Sandi.

"Tingkat elektabilitas pasangan Joko Widodo - Ma'ruf Amin hanya berkisar 40,9 persen dan Prabowo Subianto - Sandiaga Uno 58,1 persen," kata Direktur Eksekutif LKPI, Tubagus Alvin saat pemaparan hasil survei di kawasan Cikini, Jumat (5/4/19).

Adapun penyebab merosotnya tingkat keterpilihan Jokowi-Ma'ruf Amin kata Alvin, diakibatkan oleh beberapa hal.

Pertama, sebanyak 58,1 persen masyarakat berpendapat bahwa negara Indonesia saat ini sedang berjalan ke arah yang salah seperti: bertambahnya hutang negara, tingginya tingkat korupsi yang kian merajalela, mempermudah masuknya tenaga kerja asing di Ondobesia, serta maraknya jual beli jabatan di Oemerintah dari tingkat desa sampai tingkat pusat.

"Dan yang kedua, menurunnya tingkat pendapatan dan perekonomian keluarga yang sangat dirasakan oleh masyarakat Indonesia sebesar 85,5 persen selama kurun waktu 4 tahun terakhir," terang Alvin.

Ketidakpuasan masyarakat dalam keadaan negara saat ini jelas Alvin, di bawah kepemimpinan Jokowi seperti berkembangnya ideologi khilafah yang sangat meningkat, sehingga menhancam ideologi Pancasila dan suburnya pllitik identitas dalam kehiduoan sosial politik.

"Hal ini tercermin dari temuan survei sebanyak 79,1 persen sehingga mengakibatkan ketidakpuasan masyarakat mencapai 65,6 persen," ungkapnya.

Adapun populasi survei ini kata Alvin, adalah seluruh warga negara Indonesia yang punya hak pilih dalam Pemilu tahun 2019, yakni mereka yang sudah berumur 17 tahun atau sudah menikah.

"Dari popupalasi itu dipilih secara random (multistage random sampling) dengan responden sebanyak 2426, dengan margin of error sebesar 1,99 peraen pada ttingkat kepercayaan 95 persen," terang Alvin.

Untuk diketahui, survei ini diakukan dengan wawancara tatap muka oleh surveyor pada 20 Maret - 3 April 2019.

Selain itu, Alvin juga mengungkapkan sumber perolehan dana dalam melakukan survei kali ini. Karena, kata dia, sebelumnya belum ada lembaga survei yang menjelaskan dari mana dana penelitian didapat.

"Dana yang didapat adalah bersumber dari sumbangan donatur yang terdiri dari pengusaha-pengusaha yang tidak ingin disebutkan namanya. Yang kedua, dana dari LKPI sendiri," pungkasnya.***


wwwwww