Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
Umum
11 jam yang lalu
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
2
Soroti RUU Perampasan Aset di Parlemen, Jamdatun Peringatkan Potensi Penyalahgunaan Wewenang Negara
Umum
12 jam yang lalu
Soroti RUU Perampasan Aset di Parlemen, Jamdatun Peringatkan Potensi Penyalahgunaan Wewenang Negara
3
BMKG Prakirakan Sebagian Jabodetabek Berpotensi Hujan Ringan pada Sore Hari Ini
Metropolitan
20 jam yang lalu
BMKG Prakirakan Sebagian Jabodetabek Berpotensi Hujan Ringan pada Sore Hari Ini
4
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
Olympic
8 jam yang lalu
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
5
Gibran Tak Penuhi Syarat Wapres Usai Putusan MA, Bola Panas Kini di Tangan Prabowo
Umum
14 jam yang lalu
Gibran Tak Penuhi Syarat Wapres Usai Putusan MA, Bola Panas Kini di Tangan Prabowo
6
DPRD DKI Dorong Ancol Tingkatkan Daya Saing Lewat Inovasi Wisata
Metropolitan
12 jam yang lalu
DPRD DKI Dorong Ancol Tingkatkan Daya Saing Lewat Inovasi Wisata
Home  /  Berita  /  Badminton

Survei Indomatrik: Prabowo Tembus 50 Persen, Jokowi Mustahil Mengejar

Survei Indomatrik: Prabowo Tembus 50 Persen, Jokowi Mustahil Mengejar
Ilustrasi. (mojok)
Rabu, 10 April 2019 18:46 WIB
JAKARTA - Indomatrik merilis hasil survei elektabilitas capres terbaru. Hasilnya, elektabilitas Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mencapai 51,07 persen, sementara Jokowi-Ma'ruf 43,92 persen. Sedangkan yang belum menentukan pilihan namun akan berpartisipasi dalam Pilpres 2019 sekitar 5,01 persen.

Direktur Riset Lembaga Survei Indomatrik Syahruddin YS mengatakan, elektabilitas Prabowo-Sandi unggul disebabkan ada alasan keinginan perubahan, menginginkan presiden baru.

"Elektabilitas Prabowo naik itu beragam alasan masyarakat Indonesia. Antara lain menginginkan perubahan, menginginkan presiden baru, mampu memperbaiki ekonomi dan mampu membawa Indonesia lebih baik ke depan," kata Syahruddin di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (10/4).

"Sementara figur Jokowi mampu memberikan bantuan materi terhadap rakyat,. Namun ada alasan tidak memilih Jokowi karena dinilai kinerja Jokowi tidak sesuai dengan janji kampanye 2014," sambungnya.

Survei dilakukan pada 24-31 Maret 2019, yang dilakukan secara proporsional di 34 provinsi, dengan jumlah responden sebanyak 2.100 berusia 17 tahun atau di atasnya dan telah menikah, serta tersebar di pedesaan maupun perkotaan.

Survei dilakukan dengan Metode Multistage Random Sampling dan margin error kurang lebih 2,4 persen, pada tingkat kepercayaan 95 persen.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:jpnn.com
Kategori:Badminton, Voli, Metropolitan, DKI Jakarta
wwwwww