Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
Kemenpora
12 jam yang lalu
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
2
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
Sepakbola
11 jam yang lalu
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
3
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
18 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
4
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
Metropolitan
16 jam yang lalu
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
5
Ivan Mamut Pastikan Kemenangan Persija atas Persebaya
Sepakbola
11 jam yang lalu
Ivan Mamut Pastikan Kemenangan Persija atas Persebaya
6
Rizky Ridho Sebut TC di Bali Perkuat Kekompakan Timnas Indonesia
Sepakbola
11 jam yang lalu
Rizky Ridho Sebut TC di Bali Perkuat Kekompakan Timnas Indonesia
Home  /  Berita  /  Badminton
Kasus Dana Hibah KONI Pusat

Waduh ... Hamidy Buka Siapa Mr X dan Mr Y

Waduh ... Hamidy Buka Siapa Mr X dan Mr Y
Jum'at, 26 April 2019 18:25 WIB
Penulis: Azhari Nasution

JAKARTA  - Ada yang menarik dalam sidang kasus korupsi dana hibah dari Kemenpora kepada KONI Pusat yang digelar di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, Kamis (25/4/2019).

Terdakwa Sekjen KONI Pusat, Ending Fuad Hamidy membuka siapa yang disebut Mr X dan Mr Y dalam setiap pembicaraan dirinya dengan Wakil Bendahara KONI Pusat, Lina Nurhasanah melalui telepon selular.

"Mr X itu sebutan Menpora, Miftahul Ulum dan Arif Susanto. Sedangkan Mr Y adalah pejabat Kemenpora," kata Hamidy saat menanggapi keterangan saksi-saksi.

Keterangan ini disampaikan Hamidy sehubungan dengan adanya pertanyaan Jaksa tentang inisial Mr X dan Mr Y yang dijawab Lina tidak mengetahui inisial tersebut.
Yang lebih mengejutkan lagi, Ending Fuad Hamidy menyebut Asisten pribadi Menpora Imam Nahrawi, Miftahul Ulum pernah memerintahkan buat daftar nama penerima uang. Daftar nama itu terkait proses pencairan dana hibah yang diajukan KONI ke Kemenpora.

"Tadi apa yang disampaikan di dokumen 23 daftar nama itu atas perintah Ulum, ditulis di kertas tisu. Kemudian, saya minta ketik ulang oleh Pak Suradi staf saya," kata Ending.

Pada sidang ini, Jaksa menghadirkan Miftahul Ulum, Kepala Bagian Keuangan KONI Eny Purnawati, sopir Ending Fuad Atam, Wakil Bendahara Umum KONI Lina Nurhasanah, Kabiro Hukum Kemenpora Yusuf Suparman, Protokol Menpora Arif Susanto dan staf KONI Nur Sahid.

Menurut Ending, dirinya pernah mengajukan proposal dana bantuan hibah, namun tidak diproses pencairan oleh Kemenpora. Hingga akhirnya, dirinya melaporkan kepada Ulum.
Ending juga mengatakan saat itu pernah menemui pejabat Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) Kemenpora untuk mengetahui alasan tidak dicairkan proposal dana hibah itu. Menurut Hamidy, dirinya harus menghadap Ulum agar bisa dicairkan proposal dana hibah itu.

Ulum yang menjadi saksi pada sidang sidang itu membantah melalukan hal tersebut.

wwwwww