Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
Umum
23 jam yang lalu
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
2
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
Beladiri
16 jam yang lalu
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
3
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
KOI
18 jam yang lalu
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
4
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
Olympic
20 jam yang lalu
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
5
Asael Sumbang Medali Kedua buat Indonesia, Airlangga Berikan Apresiasi
Olympic
15 jam yang lalu
Asael Sumbang Medali Kedua buat Indonesia, Airlangga Berikan Apresiasi
6
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
KOI
18 jam yang lalu
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
Home  /  Berita  /  Badminton

Asing Diduga Turut Campur Tangan di Pemilu 2019

Asing Diduga Turut Campur Tangan di Pemilu 2019
Ilustrasi.(Istimewa)
Selasa, 30 April 2019 23:49 WIB
Penulis: Muhammad Dzulfiqar
JAKARTA - Direktur The Islah Centre, Mujahidin Nur mengungkapkan, tensi yang tak menurun signifikan pasca pencoblosan Pemilu 2019 bisa disebabkan oleh permainan negara Asing di Indonesia.

Pihak Asing, dugaan Mujahidin dalam rilis persnya pada Selasa (30/04/2019), menggunakan gaya perang asimetris melalui sebaran info secara daring (dalam jaringan) sehingga penimbulkan ketegangan di masyarakat.

"Negara-negara tertentu yang tidak suka kita bersatu bisa saja menggelontorkan cash for fakes yang besar, mereka mendanai penyebaran hoax," kata Mujahidin.

Ia melanjutkan, pihak asing tersebut melakukan kegiatan penyamaran menjadi grass root (basis massa akar rumput) baik di kubu paslon presiden 01 maupun 02.

"(Mereka, red) menyembunyikan identitas asli mereka dan setiap hari memproduksi fitnah dan kebohongan dengan ribuan email dan account media sosial palsu yang mereka buat untuk menciptakan apa yang disebut social media mayhem (kekacauan sosial media) untuk membenturkan pendukung Capres 01 dan 02," jelasnya.

Mujahidin pun mendorong agar semua perseteruan, konflik, pertikaian harus diselesaikan. "Apalagi kita akan menyambut bulan suci Ramadan yang membutuhkan suasana khusyuk dan khidmat dalam menjalankan ibadah di dalamnya,".***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Badminton, Olympic, Voli, Metropolitan, DKI Jakarta
wwwwww