Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Riko Simanjuntak Minta Maaf Kepada Fans PSS Sleman
Sepakbola
23 jam yang lalu
Riko Simanjuntak Minta Maaf Kepada Fans PSS Sleman
2
Alasan Bernando Tavares Tunjuk Yuran Fernandes Jadi Eksekutor
Sepakbola
23 jam yang lalu
Alasan Bernando Tavares Tunjuk Yuran Fernandes Jadi Eksekutor
3
Francisco Rivera Unjuk Kualitas Dalam Alirkan Bola dan Ambil Keputusan
Sepakbola
23 jam yang lalu
Francisco Rivera Unjuk Kualitas Dalam Alirkan Bola dan Ambil Keputusan
4
Darije Kalezic Ungkap Kunci Hentikan Tren Cetak Gol Bhayangkara FC
Sepakbola
24 jam yang lalu
Darije Kalezic Ungkap Kunci Hentikan Tren Cetak Gol Bhayangkara FC
5
Pelatih Borneo FC Soroti Banyak Peluang Terbuang
Sepakbola
23 jam yang lalu
Pelatih Borneo FC Soroti Banyak Peluang Terbuang
6
Madura United FC Raih Tiga Penghargaan Bulan September 2026
Sepakbola
23 jam yang lalu
Madura United FC Raih Tiga Penghargaan Bulan September 2026
Home  /  Berita  /  Badminton

Korban Meninggal Dunia Melebihi Tragedi Bom Bali, BPN Dorong Autopsi Jenazah Petugas Pemilu

Korban Meninggal Dunia Melebihi Tragedi Bom Bali, BPN Dorong Autopsi Jenazah Petugas Pemilu
Jum'at, 03 Mei 2019 21:22 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Badan Pemenangan Nasional Paslon nomor urut 02, Prabowo-Sandi (BPN 02), mendorong dilakukan autopsi terhadap para jenazah petugas kepemiluan 2019, yang tewas saat menjalankan tugas.

Kubu Prabowo, menurut Direktur Relawan BPN 02, Ferry Mursyidan Baldan, merasa ada kejanggalan dengan tewasnya ratusan petugas tersebut dan menyebut fenomenan ini dengan istilah "Bom Pemilu".

"Bayangkan! (Korban, red) bom Bali sekitar 200 orang meninggal, kita dan dunia sudah sangat berkabung. Nah ini bom pemilu kok sampai 474 hampir 500 orang, bayangkan apa yang terjadi!" kata Ferry di Kertanegara, Jakarta Selatan, Jumat (03/05/2019).

Dorongan autopsi kepada para korban bom pemilu itu juga dikuatkan oleh Medical Emergency Rescue Commitee atau Mer-C yang menilai, kematian para petugas Pemilu 2019 akibat kelelahan sebagai fenomena ganjil.

"Kami juga meminta untuk dilakukan autopsi karena ada kejanggalan. Autopsi terhadap petugas KPPS karena kita tidak mau biarkan ini terus terjadi. Bukan soal siapapun dia, tapi kita tidak ingin ada kejanggalan yang kita biarkan," kata Ferry menyinggung dugaan Mer-C.***

wwwwww