Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
JPU KPK Sebut Imam Nahrawi Kerap Terima Uang Tidak Sah Melalui Asisten Pribadi
Hukum
11 jam yang lalu
JPU KPK Sebut Imam Nahrawi Kerap Terima Uang Tidak Sah Melalui Asisten Pribadi
2
Petugas Kebersihan DKI Jakarta Nikahi Bule Cantik Austria, Begini Kisah Cintanya
Umum
10 jam yang lalu
Petugas Kebersihan DKI Jakarta Nikahi Bule Cantik Austria, Begini Kisah Cintanya
3
RS Bantah Berikan Rp15 Juta Agar Pasien Meninggal Akibat Asam Lambung Jadi Pasien Covid-19
Kesehatan
8 jam yang lalu
RS Bantah Berikan Rp15 Juta Agar Pasien Meninggal Akibat Asam Lambung Jadi Pasien Covid-19
4
Ada Lonjakan Tagihan Listrik, PLN Pusat Minta Maaf Alasan Pembayaran Dihitung Rata-rata Tiga Bulan
Ekonomi
5 jam yang lalu
Ada Lonjakan Tagihan Listrik, PLN Pusat Minta Maaf Alasan Pembayaran Dihitung Rata-rata Tiga Bulan
5
Tak Setuju hanya 95%, Komisi VIII DPR Minta BPKH Kembalikan 100% Dana Haji ke JCH
Politik
3 jam yang lalu
Tak Setuju hanya 95%, Komisi VIII DPR Minta BPKH Kembalikan 100% Dana Haji ke JCH
6
Anggaran Covid-19 Membengkak dari Rp405,1 T jadi Rp677,2 Triliun, Ini Tanggapan Anggota Komisi XI DPR RI
Politik
6 jam yang lalu
Anggaran Covid-19 Membengkak dari Rp405,1 T jadi Rp677,2 Triliun, Ini Tanggapan Anggota Komisi XI DPR RI
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Tak Kenal Lelah, Ratusan Emak-emak Demo Istana Tuntut Setop Situng KPU

Tak Kenal Lelah, Ratusan Emak-emak Demo Istana Tuntut Setop Situng KPU
Kamis, 16 Mei 2019 20:03 WIB
JAKARTA - Tak mengenal kata lelah, sekitar 200 wanita yang menamakan diri Perempuan Indonesia Bergerak (PIB) menggelar aksi di depan Istana Merdeka menolak hasil penghitungan suara dan sistem hitung (Situng) KPU di Pemilu 2019.

Ratusan perempuan (emak-emak) itu mendatangi Istana dengan mengenakan pakaian hitam dan kerudung merah muda. Koordinator PIB Monica Soraya berkata sesuai putusan Bawaslu hari ini (16/5), KPU terbukti melakukan pelanggaran dalam penghitungan suara Pemilu 2019.

"Kami ingin pemerintah, ayo kita fair. Jangan lagi curang, kita harus adil, kita harus jujur. Setop [situng] KPU, tidak ada lagi perhitungan suara karena kami nilai penghitungan suara itu curang," kata Monica.

Selain itu, Monica mengatakan pihaknya menuntut keadilan atas ratusan petugas KPPS yang meninggal dunia selama pelaksanaan Pemilu 2019.

"Sekarang 3 ribu lebih masih berada di rumah sakit. Kami tidak ingin lagi teman-teman kita, sahabat-sahabat kita, banyak yang sekarang jadi janda. Banyak anak-anak yatim, anak-anak piatu," jelas dia.

Tuntutan lain dari PIB diantaranya pembentukan tim pencari fakta (TPF) menyelidiki petugas KPPS yang tewas, menuntut audit forensik IT KPU oleh lembaga independen, dan mengusut tuntas indikasi pelanggaran dalam Pilpres dan Pileg 2019.

Mereka juga menuntut KPU dan Bawaslu segera mengambil tindakan atas pelanggaran pemilu, serta menyerukan TNI, Polri dan ASN agar bersikap netral dalam perlaksanaan pemilu.

Terakhir, PIB ingin agar kasus korban keracunan makanan di Sarinah Thamrin segra diusut.

PIB yang mengklaim menaungi 174 kelompok relawan ini menyatakan aksi demo akan dilakukan terus menerus hingga pengumuman hasil rekapitulasi nasional pada 22 Mei mendatang.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:CNNIndonesia.com
Kategori:GoNews Group, Peristiwa, Pemerintahan, Politik, DKI Jakarta

wwwwww